Kampusiana

Dari Nyanyi Hingga Warung Surabi

Oleh: Moh. Riza Pahlevi

Warung Surabi Setiabudi Bandung, terletak di jalan Suci No.55, mendadak terkenal saat salah satu media massa terbesar memberitakan sekilas profil tentangnya. kabarnya omset warung ini perbulan telah mencapai sekitar seratus juta perbulan. Toni Desrianto (28) sang pemilik warung mengaku telah merintis usaha ini sejak tahun 2008. “Pertama kali saya sempat meminjam modal keteman-teman dan tabungan saya sehingga terkumpul 40 juta. Dengan bermodalkan nekat, saya membuka warung surabi ini,” tuturnya saat diwawancara di seputar indonesia.Konsep yang disajikan Warung Surabi ini tergolong cukup sederhana. Lebih mengedepankan kenyamanan dan pelayanan.
sebuah bisnis maju pasti terkait dengan siapa perintisnya. awalnya, Toni mengaku tak pernah terbersit untuk menjadi seorang pebisnis atau pengusaha, malah awalnya ia merasa berbakat di bidang tarik suara dan ingin menekuninya. Pada waktu SD dia pernah mendapatkan Juara menyanyi, bahkan sewaktu bertempat tinggal di Bandung sering kali menjadi pembuka acara Aa’ Gym sebelum dimulainya ceramah dalam bentuk nasyid, selain itu dia juga pernah nyanyi diberbagai kafe.Berbekal bakatnya itu, pada tahun 2005 pemuda kelahiran Tasikmalaya ini mencoba peruntungan mengikuti kontes Indonesian Idol, tapi nasib baik belum berpihak padanya.
pemuda yang mengaku berasal dari keluarga sederhana ini akhirnya berinisiatif membuka sebuah usaha. Dipicu oleh Pemutusan Hubungan Kerja di salah satu perusahaan jakarta tempat ia bekerja semakin memaksanya untuk nekat mendirikan usaha bidang makanan. dan Serabi lah yang dia pilih. “Yang dalam otak saya waktu itu dan tentunya sampai sekarang adalah bagaimana cara mencari uang dan uang. Apapun akan saya lakukan untuk mendapatkan uang,” tutur bujang Tasikmalaya ini. untuk mendukung perkembangan usahanya, ia banyak membaca majalah yang berkaitan dengan masakan.
Menjadi seorang pebisnis bukanlah tanpa usaha, banyak proses yang dilaluinya sehingga mendapatkan pekerjaan tersebut. Tak ada rahasia khusus atau trik-trik ampuh yang dikeluarkan dia, cukup dengan kerja keras dan restu dari orang tua dia berangkat. “Untuk membangun diri pada awalnya sering baca buku-buku kiat-kiat sukses dan saya sering bergaul dengan para pengusaha-pengusaha. Hal itulah yang menjadi referensi saya untuk memotifasi diri,” katanya.
setelah merintis selama kurang lebih tiga tahun ini, beriringan dengan banyaknya kritik dan saran, akhirnya Toni bisa menghirup aroma kesuksesan. Bisnis bujang lulusan SMA ini berkembang pesat terbukti, warung surabi ini sudah mempunyai tiga cabang, dua di Bandung dan satu di Jakarta. Dengan dibantu 28 karyawan, omset penghasilan perbulan warung ini kini sudah mencapai 100 sampai dengan 120 juta perbulan.

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas