Opini

Surat Terbuka untuk Rektorku UIN SGD Bandung

Namaku Aidil Ghufran Rasyid. Aku lebih suka di panggil I’M 2053, karena aku adalah pujangga khatulistiwa Indonesia, yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan  Indonesia. Tapi, itu hanya nama motivasiku, ketika aku futur aku selalu menyemangati diriku dengan ungkapan ini. Upaya untuk menstigma diri menuju kapasitas dan kualitas diri yang rabbani. Aku hanyalah mahasiswa biasa, dari jurusan manajemen. Memiliki hasrat yang kuat untuk memajukan kampusku tercinta, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati bandung (UIN SGD bdg), aku hanya ingin menuliskan kegundahan yang menyelimuti hati ini agar mereka tahu, betapa rindunya jiwa ini melihat kampus ini menjadi kampus terbaik. Maju melebihi masifitas peradaban dunia ketiga. Rektorku, Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir M.si yang saya hormati, anda adalah orang tua kami di kala kami menuntut ilmu, anda adalah pelita kami di kala pikiran ini hampa, anda adalah suri teladan kami di kala kami mebutuhkan ilmuwan muslim sejati. Tapi, sampai detik ini, aku belum mendapatkan hal tersebut. Cinta ini membuncah ingin memecahkan teriakan kemajuan. Diri ini ingin berbuat untuk kampusku. Tapi, sekali lagi yang ingin aku tekankan. Sinyal itu belum bisa anda baca. Mungkin  bukan aku seorang diri yang berpikir seperti ini, tapi juga sahabat mahasiswa lainnya. Ada beberapa yang ingin aku sampaikan melalui tulisan ini, yang selama ini menjadi tumor di dalam pikiranku, aku ingin memulai dari :

1. Birokrasi

Diakui atau tidak salah satu penghambat kemajuan kampusku adalah adanya paham primitif di dalam pengelolaan birokrasi kampus. Primitif????? Ya, aku menyebutnya dengan kata primitif (ketidakprofesionalan, manual dalam birokrasi, telat dalam melayani mahasiswa, para pegawai yang telat hadir, hingga isu nepotisme didalam pemilihan pegawai birokrasi) hingga berimbas pada rapuhnya internal birokrasi kampus

2. Kreativitas rektorat yang pudar

Ada baiknya jika kita bisa menempatkan suatu pada tempatnya, di zaman modern sekarang ini, berbeda 360 derajat di bandingkan dua puluh, sepuluh hingga setahun yang lalu, informasi tekhnologi, teori kepemimpinan, teknologi hingga akselerasi perkembangan teori manajemen berkembang begitu pesat, bagai cendawan yang merayap di musim hujan. Apa yang kita rasakan hari ini merupakan rangkaian penyempurnaan ilmu pengetahuan sebelumnya, artinya setiap ilmu yang berkembang saat ini adalah dedikasi ilmuwan di masa lalu dalam mewujudkan teori-teori baru di dalam ilmu pengetahuan untuk masa depan manusia yang lebih sempurna. Ada unsur kesadaran akan memperbaiki diri dan peradaban oleh manusia itu sendiri, walaupun ia tidak merasakan apa yang kita rasakan sekarang. Rasa terima kasih kita terhadap ilmuwan masa lalu bisa kita tuangkan dalam setiap aktivitas kita yang tercermin adanya perubahan diri dan mengembangkan teori yang sudah berkembang bahkan menciptakan teori baru untuk kemaslahatan masyarakat banyak. hal inilah yang belum dapat di baca oleh rektorku, aku menyebutnya “kreativitas rektorat yang pudar”. Bagaimana tidak, rektorat yang aku cintai sangat jarang jalan-jalan keliling kampus, melihat keadaan sekitar kampus, jarang menyapa mahasiswanya dan lain sebagainya, sehingga tidak ada teori manajemen yang baru yang sesuai dengan keadaan kultur kampus. Kalau seandainya rektorku berjalan mengelilingi kampus, maka ia akan mendapatkan realita yang sebenarnya, betapa hancurnya tata kelola kampus yang ia pimpin. Sampah-sampah berserakan, keamanan kampus kurang terjaga, lagi adzan jumat masih ada juga mahasiswa (laki-laki) yang berkeliaran. Kreativitas rektorku yang pudar yang membuat peraturan yang di sepakati menjadi tidak efektif. Teori atau manajemen yang tepat untuk mengembangkan kampus yaitu teori yang didapat berdasarkan objektifitas konkrit di lapangan yang sesuai dengan kultur masyrakat itu sendiri, bukan teori yang keluar dari emosi. Ini merupakan kegundahan hati yang ingin aku sampaikan, mungkin masih banyak sahabat mahasiswa yang memiliki kegundahan hati melebihi gundahnya hati ini.

3. Tekhnologi Informasi

Administrasi Masih memegang manualisme dalam aktivitas administrasi merupakan salah satu aspek koreksi yang perlu di benahi agar menjadi kampus terbaik. Jejaringan Sosial Dewasa ini, apapun profesinya mulai dari pegawai, menejer, director, pedagang, dosen, pelajar, mahasiswa bahkan pengangguran jejaringan social menjadi salah satu gaya hidup tren abad ini. Rata-rata mereka para pengguna jejaringan social bertujuan silaturahim, diskusi, mencari teman, mencari jodoh hingga penipuan (sisi negative yang tidak perlu di ikuti), masih banyak lagi manfaat dari jejaringan social. Tapi, alangkah naifnya kampus sebesar UIN SGD bandung belum memiliki jejaringan social yang resmi di kelola oleh pihak kampus (kalau adapun, tidak pernah dipublikasikan dan sangat jarang mempublikasikan informasi seputar akedemik kampus kepada mahasiswa). Padahal jejaringan social merupakan media yang aplikatif untuk menyampaikan informasi-informasi seputar kampus, peraturan, hingga gagasan-gagasan baru. Tapi, kenyataannya UIN SGD bandung belum memiliki jejaringan social. Website Sungguh mengriskan, kampus negeri islam sekaliber UIN SGD bandung tidak cakap dalam pengelolaan website resmi kampus, ketika mau di kunjungi dari hari kehari bahkan dari beberapa tahun sebelumnya tampilannya begitu-begitu aja, masih  banyak laman yang belum terisi alias kosong. Padahal, website merupakan media komunikasi informasi yang vital bagi mahasiswa untuk mengetahui perkembangan kampus UIN SGD bandung, mulai dari akademik, peraturan, beasiswa, kegiatan mahasiswa, hingga informasi penting lainnya. Tapi kenyataan sebenarnya, website resmi UIN SGD bandung jauh dari kata layak. Coba deh visit : www.uinsgd.ac.id

4. Ikatan Alumni

Alumni merupakan representative  dari kualitas suatu kampus dalam mendidik anak didiknya, apakah setelah lulus Alumni kampus tersebut berguna bagi masyarakat luas atau tidak. Jika berguna luas bagi masyarakat dapat di definisikan bahwa kampus tersebut berhasil mencetak sumber daya manusia yang mumpuni, bisa di artikan juga kampus tersebut memiliki kualitas sumber daya manusia (dosen, pegawai, pimpinan hingga seorang cleaning service) yang handal. Sehinga berhasil mencetak alumni hebat sekaligus memperkenalkan almamter kampus tersebut ke masyarakat luas. Alumni suatu kampus berperan penting dalam memajukan almamater kampusnya, berbagi pengalaman dengan adik-adiknya yang masih menuntut ilmu dan memberikan gagasan penting untuk memajukan kampus bersama-sama. Hal inilah yang belum bisa di baca oleh pihak rektorat, pemberdayaan alumni secara komprehensif. Katanya sih ada ikatan alumni UIN SGD bandung. Tapi, hingga saat ini saya belum pernah melihat kegiatan atau kumpulan alumni. Organisasi alumni UIN SGD bandung dikampusku hanyalah sebatas formalitas  pengisi kekosongan. Ketika di bentuk tidak memiliki niat yang tulus, hingga akhirnya organisasi alumni tidak terdengar taringnya oleh masyarakat luas. Jangankan masyarakat luas, mahasiswanya sendiri mungkin tidak pada tahu. Kalau seandainya pihak rektorat tahu, betapa urgennya organisasi alumni dalam pencitraan nama baik kampus menuju kampus terbaik!!!!

5. Pengajar

Dahulu, sewaktu aku masih duduk di sekolah menengah atas, guruku pernah berkata “tugas seorang guru adalah menyampaikan ilmu yang ada di buku, sedangkan tugas seorang dosen adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dengan teori-teori yang sudah ada berdasarkan proses pemikirannya” karena waktu itu aku masih lucu, jadi hal itu tidak terlalu aku pikirkan, akan tetapi ketika aku duduk di bangku kuliah aku memikirkan lagi apa yang pernah di sampaikan oleh guruku tadi, “ternyata benar juga” ungkapku. Satu pelajaran dalam petikan kalimat di at
as yang bisa kita simpulkan, hampir 90% dosen yang pernah mengajariku, mereka hanya terpaku pada teori yang ada di buku, tanpa adanya inovasi baru dari sang dosen. Ketidakcakapan dalam mengajar juga merupakan kekurangan yang perlu dibenahi kalau ingin melihat kampus UIN SGD bandung meraih cita-citanya. Seorang dosen sudah sepantasnya memposisikan dirinya sebagai uswatun hasanah bagi anak-anak didiknya. Seorang pemberi contoh teladan yang baik dalam segala aspek. Sungguh naïf seorang dosen menyampaikan kalimat kesehatan dan kebersihan akan tetapi dirinya tidak pernah memiliki prilaku hidup sehat dan bersih. Sudah saatnya seorang dosen membuat inovasi baru di dalam menyampaikan materi mata kuliahnya. Mengutip ucapan Rhenald kasali “ aku memulai sesuatu itu dari perubahan”. Harus ada perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu menuju perubahan terbaik.

6. Fasilitas

Sarana dan prasarana penunjang kecakapan berpikir setiap insan mahaiswa yang ada di seluruh dunia merupakan kewajiban rektorat memenuhi persyaratan itu semua, hal ini di maksudkan untuk menunjang kemampuan maksimal berpikir setiap mahasiswa, feedback-nya pihak kampus akan melahirkan para generasi-generasi terbaik intelektul sejati kombinasi teoritis dan praktik. Bukan rahasia umum lagi, kampus UIN SGD bandung memiliki fasilitas penunjang pelajaran yang minim. Saran dan prasarana mahasiswa, infrastruktur kampus, hingga kebersihan MCK yang bisa di katakana jauh dari kata layak Harus ada proses penemuan paradigma baru, stigma yang lama sudah tidak di mungkinkan diterapakan dalam pembangunan sarana dan prasaran kampus.

7. Mahasiswa

Wahyu memandu ilmu merupakan impian terbesar kampus ini. Integrasi pemikiran spritulitas dalam setiap bidang ilmu. Ada baiknya hal ini bukan hanya sebatas slogan ambisius tapi realitas aksi.UIN SGD bandung memiliki mahasiswa yang memiliki latar belakang berbeda-beda, ada sebaiknya inisiatif imajinatif dari pihak rektorat mengelola SDM yang luar biasa ini menjadi pioner-pioner wahyu memandu ilmu generasi mendatang. Harus ada kesadaran tinggi dari dua golongan ini. Golongan pertama, seorang rektorat pemimpin dunia mini kampus UIN SGD bandung beserta stake Holder lainnya berupaya untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri untuk memunculkan ide-ide inovatif inspiratif. Sedangkan golongan kedua yaitu mahasiswa itu sendiri, sudah selayaknya setiap mahasiswa menjalankan tugasnya sebagai penerus generasi bangsa, belajar serta meningkatkan kualitas diri merupakan tugas pokok mahasiswa tersebut, seorang mahasiswa bisa memulai dari hal terkecil dan sekarang juga.

8. Pembangunan Kampus

Adanya perubahan fisik dan non-fisik menjadi lebih baik, menandakan adanya peningkatan dari waktu ke waktu. Komitmen setiap insan manusia kepada Allah aza wajalla ketika penciptaan dirinya. Sudah sepantasnya setiap insan manusia di muka bumi untuk terus menerus meningkatkan kapasitas kualitas dirinya dan hal ini tercermin semakin dekat seorang insan kepada sang pencipta, ia berguna bagi masyarakat luas dan setiap aktivitasnya adalah inspirasi bagi orang banyak, singkat kata seorang tersebut adalah manusia sempurna yang banyak di dambakan seorang ibu terhadap anak-anaknya. Aku setuju kampusku di rekonstruksi dan renovasi, aku juga siap di pindahkan di mana dan kapan saja, aku yakin ini adalah terbaik buat aku, kami dan masa depan kampusku. Tapi, ada beberapa hal yang mumbuat diri ini terus menggerutu terhadap janji yang di publikasikan (lisan dan tertulis) oleh pihak rektorat, yaitu tentang sebuah janji. bagaimana tidak bukan rahasia umum lagi, seluruh mahasiswa kecewa atas rekonstruksi dan renovasi terhadap kampusnya. Pihak rektorat mempublikasikan akan di robohkan dan direnovasi bangunan ini…ini…ini dan ini pada tanggal sekian bulan sekian tahun sekian. Hasilnya????? Mahasiswa semua bisa melihat janji lisan dan tertulis yang tak pernah benar, membuat kami semua resah. Pihak rektorat juga mempublikasikan bahwa per 1 maret 2011 pembangunan besar-besaran akan di mulai, satupun mahasiswa tidak ada lagi di dalam area kampus. Hasilnya sampai sekarang 05 A pril 2011 pembangunan tidak ada, mahasiswa bolak—balik di area kampus. Aneh!!!Kurangnya sosialisasi yang di berikan pihak rektorat kepada mahasiswa merupakan malapetaka kegundahan hati seluruh mahsiswa. Tidak professional merupakan kata kunci yang tepat untuk ini semua.

Kesimpulan

Aku adalah mahasiswa biasa yang ingin menjadi sempurna, integrasi antara teoritis  dan praktik sehingga ilmu yang kita sampaikan bermanfaat bagi masyarakat luas merupakan salah satu factor manusia itu di sebut sempurna. Seorang Aidil Ghufran Rasyid sudah memulainya dengan tulisan ini. Aku menulis ini semua, bukan berarti aku benci terhadap kepemimipinan pimpinanku, melainkan rasa cintaku yang mendalam terhadap kemajuan kampusku, menjadi kampus wahyu memandu ilmu. Delapan point kegundahan hati seorang insan di atas merupakan representative nyata di lapangan yang aku ketahui berdasarkan pantauan selama aku kuliah di kampus ini. Aku ingin kampusku menjadi yang terbaik, lebih baik dari sebuah masifitas peradaban dunia ketiga. Ini hanya coretan kegundahan hati dari seorang pujangga khatulistiwa Indonesia, yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan Indonesia. Aku memulainya dari peningkatan kapasitas dan kualitas diri hingga akhirnya mempengaruhi masyrakat luas. Membuka hati mereka yang terikat belenggu-belenggu khayalan, dan bersama membangun kampus wahyu memandu ilmu menuju Indonesia maju.

Bandung, 05 April 2011

AKU MENCINTAI KAMPUSKU

Aidil Ghufran Rasyid for Indonesia maju 2053

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas