Puisi

Sosok Biru Yatim VS Imitasi Kuburan

setiap jejak mengikuti langkah yang terpinjam bersama kepulangannya

tanah pun menyaksi

kemenangan yang berturut diantara raut yang tersimpul

di kedalamannya tetap menipu walau biru mungkin atau putih sekalipun

yang terlihat pucat tak kuat menyelamatkan senyum yang terkubur

***

cerita tengah berlenggang menikung dikedua belah batu nisan

sebelum tubuh menukar renta

hingga saat usai memisah riwayatnya

semua akan membuang dan mengasingkan

di garis melintang kaku

yang siap melerai dan mengembalikan

jika berdiri tak sewajar mereka

***

duduk sajalah setinggi kursi itu, tuntunlah suara itu untuk

menjelmakan keinginannya hingga tak ada yang tertinggal

dan terkaburkan oleh jerit yang hanya menggaung

menidurkan arah hingga terbalik

***

hingga senja tak akan lagi mengukir hujan tak meminjam basah tak akan

meminjam dingin tak akan meminjam badai atau laut: sekalipun

embun, awan tak akan mengisahkan kepedihan lagi

akhiri saja, karena semua begitu melarutkan

***

Yuga Anugrah, mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas