Kampusiana

Melepas Birahi Melebur Nafsu

Sebagai sebuah Lembaga pengkajian Mahasiswa, LPIK (Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman) berprioritas pada ranah gerakan intelektual. Lpik merupakan satu dari sekian banyak UKM di UIN SGD BDG yang mempunyai citra kegiatan tersendiri. Fokus kegiatan yang dilakukan di lembaga ini ialah kegiatan intelektual sebagai upaya melestarikan tradisi inteltual keislaman. Visi yang dikedepankan adalah menjadikan LPIK sebagai “Centre of excellence dalam diskursus keilmuan” hingga memungkinkan setiap anggota LPIK harus faham benar tentang segenap problematika kekiniaan dan langkah solutif yang harus dilakukan. Diharapkan dengan adanya diskursus  keilmuan tersebut, mahasiswa mampu mengkorelasikan antara potensi akal, ruhaniah, dan sosial. Keberagaman dalam setiap kegiatan dialektis adalah sebuah kewajaran bahkan sebuah keharusan. Dengan slogan “meretas toleransi keberagamaan melalui kegiatan diskursus sekularisme, pluralisme dan liberalisme”, menjadikan LPIK terbuka bagi siapa saja yang mau sama-sama berwacana dan berdialektika, mengembangkan potensi intelektual diri sebagai upaya memanusiakan manusia.

Maka dari itu, dalam rangka memperingati Hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April 2011 LPIK mengadakan diskusi publik bertajuk” Melepas Nafsu, Melebur Birahi”. Ketua Pelaksana, Ridwan Rustandi, menjelaskan bahwa kegiatan diskusi publik ini diadakan setiap 2 minggu sekali sebagai refleksi dari kegiatan diskusi regular yang dilaksanakan setiap hari senin dan kamis malam.  “Kami biasa mengadakan kegiatan diskusi ini setiap 2 minggu sekali, biasa dilakukan di depan rektorat sambil ngopi dan udud bareng, ya, acaranya sederhana tapi sarat dengan nilai-nilai sosial sebagai bentuk pengintiman diri dan lingkungan” ujarnya. “ selain itu, Sabiq Ghidafian selaku ketua Umum LPIK periode 2010-2011 menegaskan bahwa setiap kegiatan yang diadakan di LPIK terbuka bagi siapa saja, LPIK tidak eksklusif dan tidak se-ekstrem yang dipandang orang. “kita welcome bagi siapa aja yang mau berwacana, tidak ada batasan bagi mereka yang mau sama-sama mengembangkan potensi diri”, tegasnya.

Ketika ditanya tentang tema diskusi publik jum’at malam kemaren, ketua pelaksana menuturkan bahwa tema yang diangkat mencoba menggali hasrat manusia dalam hidupnya. “ya, tema ini kan multi tafsir,silahkan aja teman-teman menginterpretasikannya sendiri sesuai keinginan masing-masing. Yang jelas, tema ini dimaksudkan sebagai kajian psikologis seksual manusia terutama bagi mereka yang kurang memadai dalam menyalurkan hasrat. Ya bahasa kasarnya,supaya gak salah jalan dalam proses penyalurannya”, tambah Ridwan sambil sedikit ngawur. “ selain itu, tema ini sebagai refleksi psikologis kemanusiaan, terutama bagi mereka yang cenderung menggumbar nafsu dan birahi sembarang”.

Acara berlangsung di tengah guyuran hujan malam yang indah. Diskusi publik ini dibagi dua bagian. Sesi pertama membahas tema secara teoritis dengan menggunakan pendekatan psikologis. Hadir sebagai pembicara di sesi pertama ialah Muhammad Rifki dan Kang Sutisna (Alumni LPIK). Acara disesi pertama dipandu oleh Aminudin. Sementara di sesi kedua menghadirkan pemateri dari berbagai lapisan dan lebih bersifat praktik. Yakni, Kang Yoga (perspektif Meditasi), Kang Acuz (praktisi) dan Kang Jawa, dipandu oleh Fajar Fauzan. Walaupun sederhana, acara begitu meriah dan asyik, ditambah dengan alunan nada birahi yang keluar dari petikan gitar grup Nasheed “The Karl Marx”. “Semoga, acara ini sedikitnya bisa mengisi kekosongan dan kesepian para anggota,” ungkap Ridwan. Diakhir acara, Ridwan mengabarkan bahwa pada tanggal 2 mei 2011 akan diadakan diskusi publik kembali dalam rangka memperingati HARDIKNAS. Sifatnya terbuka dan Gratis. Kontributor/SUAKA

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas