Puisi

Pengorbanan Mereka

Tulang memang keras

Tapi kan patah bila dihantam beton kemegahan

Tak peduli sakitnya hantaman

Mereka selalu menganggap tulang lebih kuat dari beton

Beton itu memang bukan mereka

usaha ini juga bukan untuk mereka

Tapi tulang ini akan selalu terhantam

Hingga waktu menyuruh mereka istirahat

 

Mereka takan menangis bila tak tercukupi

Tetapi pohon yang rela mati demi menjadi pupuk bagi tunasnya

Mereka berusaha kuat setegar karang

Tapi tulang tetaplah tulang

Tak pernah evolusi jadi karang

Mereka mengorbankan bahagianya demi dicinta

Tak peduli  langkah dijalani

Walau keringat asam bercampur nafas tersenggal

Di batinnya tergambar cahaya terang

 

Sebuah usaha yang meneteskan suatu harapan

Yang mereka yakini di masa depan

Akan membuat mereka bangga dan tersenyum

Hingga ikhlas dalam setiap daya yang tergurat

 

Mereka adalah ayah dan ibuku

Yang selalu berkarya tanpa waktu

Demi ku yang terpaku dengan nasib

Aku malu, apa yang bisa ku lakukan saat ini?

____

Dodi Ridwan, mahasiswa Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas