Kampusiana

Musema Berlangsung Alot, UKM/UKK Tuntut Hak Politik

Suasana ricuh saat Musema berlangsung. (Foto : Wisma Putra)

Suasana ricuh saat Musema berlangsung. (Foto : Wisma Putra)

SUAKAONLINE.COM – Hari kedua pelaksanaan Musema 2014 masih menuai kontra dari peserta sidang. Salah satu permasalahan yang terus diperdebatkan yakni ketidakseimbangan hak dan kewajiban peserta sidang. Selain itu ketidaksesuaian realita dengan kebijakan sidang pun menambah suram kecacadan pelaksanaan Musema.

Andri, salah satu peserta Musema angakat bicara soal posisi UKM/UKK. Menurutnya UKM/UKK mempunyai hak berbicara. “UKM/UKK ingin diakui secara kelembagaan. Kami juga ingin hak suara tidak sekedar jadi peninjau,” ujarnya, Sabtu (21/6/2014).

Saat sidang berlangsung keputusan presidium sidang banyak ketidakjelasan, ia mengatakan, sistem sidang menyalahi tata terib. “Sidang sudah sampai pleno ke III seharusnya dipimpin presidium pilihan forum, bukan dipimpin SC,” katanya.

Selain Andri, Teguh Mahasiswa Ilmu Hukum juga menilai bahwa sistem Musema harus dibenahi tata pelaksanaannya.

“Ini tatacaranya sudah nyeleweng dan mencederai politik mahasiswa,” tuturnya.

Seharusnya segala keputusan mengenai mahasiswa harus melibatkan semua mahasiswa. “Kami di sini tidak hanya ingin jadi penonon, jangan sampai hak politik kami dicederai,” pungkasnya.

Musema berlangsung dengan alot disebabkan perbedan pendapat antar peserta. Sistem Musema 2014 masih mengunakan SK Dirjen 2007, sedangkan SK Dirjen 2013 yang baru tidak dipakai. Hal tersebut terus menuai konflik di tengah panasnya pemilihan calon Dewan Mahasiswa 2014.

Di tengah panasnya perderdebatan, kondisi sidang semakin tak kondusif, bayak dari mahasiswa yang mengeluarkan argumen melupakan etika dan tatakrama persidangan.

Suara keras, menunjuk-nunjukan tangan, dan juga percekcokan mulut yang terjadi menyulutkan emosi para peserta sidang. Sehingga banyak kursi berjatuhan, draft siding dan air mineral  berseliweran di tengah persidangan. Melihat kondisi tersebut Satuan Keamanan UIN SGD pun masuk ke ruangan dan menganamkan persidangan.

Turun Tangan

Ditengah ricuhnya persidangan, Ali Ramdhani selaku Wakil Rektor III tak berdiam diri. Ali masuk ke dalam forum untuk mencairkan suasana dan mengkondusifkan persidangan.

Ali mengatakan, mari kita turunkan tensi, cobalah tenang dan janganlah emosi. “Beragumen boleh, asal beretika,” katanya.

Selain itu Ali menambahkan, bahwa Musema 2014 ini merupakan kegiatan mahasiswa. “Ini dari mahasiswa dan untuk mahasiswa.”

Di tengah forum Ali terus mencairkan suasana yang semakin memanas. “Kita semua bersaudara mari kita tenangkan suasana,” pungkasnya.

Reporter : Wisma Putra, Dinda Ahlul, Purna Irawan

Redaktur : Adi Permana

15 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas