Lintas Kampus

Rock The Vote, Ajak Masyarakat Tidak Golput Saat Pemilu

Farhan (Kiri), Wanda Hamidah (Tengah), Dimas (Kanan) sedang berincang dengan tema "Kenapa Lo dan Gue Penting" di Acara Rock The Vote, (27/6/2014). (Foto: Nita Juniati)

Farhan (Kiri), Wanda Hamidah (Tengah), Dimas (Kanan) sedang berbincang dengan tema “Kenapa Lo dan Gue Penting” di Acara Rock The Vote, (27/6/2014). (Foto: Nita Juniati)

SUAKAONLINE, Bandung — Golput masih menjadi topik pembicaraan dikalangan masyarakat, salah satunya masyarakat Kota Bandung. Hal tersebut menjadi latar belakang Sahabat Muda Bandung menggelar Konser Rock The Vote di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Taman Sari Bandung, Jumat (27/6/2014).

Acara yang terbuka untuk umum itu, mengahadirkan artis, musisi, dan tokoh nasional untuk menyemarakan konser musik dan menggugah masyarakat agar di Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang tidak golput.

Selain konser musik dengan bintang tamu Rif, Koil, Pure Saturday, Tendostars, dan Homogenic. Adapula acara diskusi dengan tema “Kenapa Lo dan Gue Penting” yang menjadi pembicara diantarannya Farhan, Wanda Hamidah, dan Dimas Oky Nugroho.

Diskusi tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat pentingnya memilih ketika Pemilu Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) 9 Juli 2014 mendatang.

Salah satu artis tanah air, Happy Salma mengatakan sangat disayangkan apabila masyarakat yang memiliki hak pilih, namun malah enggan untuk menggunakan hak suaranya.

“Banyak masyarakat yang tidak memiliki KTP, tidak memiliki hak pilih namun mereka ingin memilih. Sehingga sayang jika yang memiliki hak pilih tidak menggunakan haknya itu dengan baik,” ujarnya saat ditemui di Selasar Gedung Sabuga.

Happy Salma sedang membacakan puisi dalam Acara Rock The Vote, Sabuga Bandung (27/6/2014).

Happy Salma sedang membacakan puisi dalam Acara Rock The Vote, Sabuga Bandung (27/6/2014).

Senada dengan Happy, salah satu pembicara, Farhan pun menghimbau agar masyarakat tidak ada yang golput. Menurut Farhan di Tahun 2014 ini, kebebasan sudah lebih besar dan meluas. Jika masyarakat khusunya anak muda, sebagai penggerak kreativitas dan sebagai penerus bangsa sangat disayangkan apabila apatis terhadap Pemilu.

Salah satu penonton acara Rock The Vote, Fadlan angkat bicara, menurutnya banyak mahasiswa yang memilih apatis, karena jengah dengan media yang terus menjadi ajang kampanye. “Media A lebih mengunggulkan A, dan sebaliknya Media B lebih mengunggulkan B,” akunya. Sehingga banyak masyarakat khususnya mahasiwa lebih memilih apatis.

Hal tersebut ditanggapi Farhan dengan singkat. “Jangan terpaku pada media, baik itu TV, Radio, Cetak, dan Internet,” katanya menanggapi. Diakui Farhan bahwa informasi di media tidak sepenuhnya benar. Sehingga hal yang paling penting bagaimana kita berpikir dan melihat realita yang sebenarnya.

Wanda Hamidah pun mengajak masyarakat untuk cerdas memilih dan menentukan pilihan yang tepat. Bagi Wanda, masyarakat yang golput adalah masyarakat yang tidak peduli dengan negaranya.

“Karena ada pemimpin yang mau bekerja, yang mau mendengarkan rakyatnya. Sehingga kita sebagai masyarakat harus ikut berpatisipasi, menggunakan hak pilih kita dengan sebaik-sabaiknya, dan memilih secara cerdas,” jelasnya.

IMG_9381

Anies Baswedan (kemeja putih) dan Farhan (kemeja kota-kotak) sedang berbincang di Acara Rock The Vote, mengajak masyarakat agar tidak golput saat Pemilu 9 Juni 2014. (Foto: Nita Juniati)

Anies Bicara

Tokoh Nasional, Anies Baswedan pun menghadiri Rock The Vote. Menurutnya memilih merupakan hal yang penting dan menyangkut soal tanggung jawab sebagai warga negara.

Banyak permasalahan di Negara ini, salah satu permasalahan yang masih ada adalah Korupsi. Sehingga di situ letak masyarakat untuk memilih pemimpin yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. “Kita harus memilih pemimpin yang dapat merubah negara ini terhadap hal yang lebih baik,” paparnya.

Menurut Anies,jika di gambarkan dengan Piala Dunia, ketika tim yang di jagokannya menang maka pendukungnya cukup merasakan senang tanpa mendapatkan apa-apa. Sehingga menurut Anies pendukung sepak bola adalah pendukung yang tulus. Berbeda dengan pendukung saat Pemilu.

Ketika menetapkan pilihan dan pilihannya menang, maka masyarakat akan menagih janjinya. Anies berharap masyarakat Indonesia dapat memilih calon pemimpin yang berintegrasi di puncak, karena pemimpin memang harus menjadi teladan yang bersih dan kompeten.

/RIF tampil dalam Konser Rock The Vote, di Sabuga Taman Sari Bandung, Jumat (27/6/22014). (Foto: Ilham)

/RIF tampil dalam Konser Rock The Vote, di Sabuga Taman Sari Bandung, Jumat (27/6/22014). (Foto: Ilham)

Masyarakat lebih memilih untuk tidak peduli terhadap politik, karena masyarakat lebih mengenal bahwa politik itu kotor. Menurut Anies itu yang menjadi hal utama masyarakat enggan untuk memilih.

Dirinya bercerita, pernah berbincang dengan mahasiswa yang tidak suka dengan politik dan mengatakan bahwa politik itu kotor. Mahasiswa tersebut lebih tertarik dengan dunia bisnis. Anies kembali bertanya “Memang bisnis tidak kotor?”

Bagi Anies dalam hal apapun tidak dapat dipungkiri persoalan kotor dan bersih, namun bagaimana sikap yang menjalani politik tersebut agar tidak menjadi kotor. “Masyarakat harus ikut mengontrol dan peduli terhadap politik yang ada di Indonesia,” ujarnya.

“Waktunya kita melek politik, peduli terhadap negara kita, dan jangan sampai beberapa tahun mendatang ketika anak cucu kita bertanya mengenai politik, kita tidak bisa menjawab karena saat pemilu, kita tidak ikut menggunakan hak pilih kita,” tambahnya.

Reporter       : Nita Juniati, M. Ilham Hidayahtullah

Redaktur      : Robby Darmawan

7 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas