Kampusiana

Langkah Awal Dirikan Prodi Baru BKI

Rancangan kurikulum 2014-2019 Jurusan Bimbingan Konseling Islam. (Foto : Dede Lukman Hakim)

Rancangan kurikulum 2014-2019 Jurusan Bimbingan Konseling Islam. (Foto : Dede Lukman Hakim)

SUAKAONLINE.COM —Jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung menerapkan sistem pembidangan peminatan. Sistem ini dirancang dalam Skema Kurikulum 2014-2019. Sistem Berbasis Mutu lulusan (out come) itu mengubah peminatan pada kurikulum 2009-2014. Mulanya ada empat peminatan, yaitu pendidikan, narkoba, sosial dan penyuluhan KB menjadi tiga peminatan, berupa Bimbingan Konseling Penyuluhan (BKP) Keagamaan, Bimbingan Konseling Kependidikan dan BKP Kemasyarakatan.

Keputusan ini hasil dari revisi usulan, revisi kurikulum dan membutuhkan pendalaman. Salah satunya dengan memperbanyak matakuliah yang dibutuhkan. “Jadi ada beberapa matakuliah yang dikelompokkan menjadi tiga bidang peminatan dan berlaku untuk mahasiswa semester VI sebagai persiapan Praktik Profesi Mahasiswa (PPM),” ucap Aep Kusnawan, Kepala Jurusan (Kajur) BKI (8/8/2014).

Mahasiswa diseleksi untuk memilih salah satu diantara ketiga peminatan tersebut ketika menginjak semester VI. Ada seleksi langsung dan tidak langsung. Seleksi tidak langsung yaitu dengan memonitor prestasi matakuliah yang bersangkutan pada semester satu sampai lima dengan peminatan yang dipilih. Jika mahasiswa memilih peminatan keagamaan, tetapi prestasi mata kuliah keagamaan semester satu sampai lima tidak proporsional melainkan lebih condong ke pendidikan, maka mereka akan diarahkan ke pendidikan.

Seleksi langsungnya dilihat dari karakter mahasiswa, “kebetulan BKI mengadakan tes psikologi bimbingan karir. Nanti dibagi angket untuk diisi mahasiswa agar mengetahui kemana cocoknya. Hasilnya akan dipadukan dengan seleksi tidak langsung,” tambahnya.

Awal semester, mahasiswa 2014 akan diinformasikan bahwa ada 3 peminatan yang harus dipilih di semester VI. Mahasiswa dipersilahkah memilih satu peminatan dan dipersiapkan sejak semester satu. Minimal matakuliah yang berhubungan dengan peminatan harus selalu menonjol.

Adanya peminatan ini, diharapkan mahasiswa lebih fokus terhadap kedalaman keilmuannya. Semakin terampil dengan keahliannya, dan semakin percaya diri dengan kemampuannya.Percaya diri dalam arti mampu ketika dibutuhkan oleh siapa saja ketika dia lulus.

Sementara kondisi mahasiswa BKI sekarang masih dirasa membutuhkan suatu pendalaman terhadap beberapa keilmuan yang dirasa penting. “Contohnya, jika menjadi pembimbing konseling di sekolah, karena mereka masih minim tentang seluk beluk ke sekolahan dan itu tidak tercover oleh satu mata kuliah, seperti menyusun RPP, pembelajaran administrasi bimbingan konselingnya dan pemprogramannya,” tambah Aep.

Ada memang mata kuliahnya yaitu manajemen BKI, namun bahasannya meluas. Tidak hanya sekolah cakupannya, ada manajemen di Rumah Sakit, TNI dan Polri. Karena itulah mereka membutuhkan yang lebih mendalam. Konsekuensinya, Kajur BKI itu menambahkan “dengan adanya konsentrasi ini otomatis akan menyempitkan peluang, yang tadinya mengambil BK keagamaann mungkin ke sekolah sedikit berbeda karena mata kuliahnya banyak tentang keagamaan tidak ada kependidikan, begitupun peminatan lainnya. Tapi dengan peminatan tersebut ilmu bisa semakin menyubur, karena sifat ilmu ada yang meluas dan terus tumbuh.”

Tiga peminatan ini memang belum ada SKnya karena baru rancangan, tapi proses terus bergulir. Dekan pada dasarnya sudah memberi kesempatan. “Sebetulnya ada hak jurusan membuka prodi, hanya itu terkait dengan berbagai pihak. Kita tidak terburu-buru, kita jejaki dulu step-stepnya dengan persiapan awal, dengan cara memberikan ruang kepada mahasiswa, pengajar dan stake holder” ungkapnya mengakhiri perbincangan.

Reporter         : Dede lukman Hakim

Redaktur        : Robby Darmawan

6 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas