Lingkungan dan Kesehatan

Sepeda Bambu, Transportasi Ramah Lingkungan

www.eocommunity.com

www.eocommunity.com

SUAKAONLINE.COM, Bandung — Bersepeda menjadi salah satu pemecahan masalah dari polusi kendaraan bermotor. Berbagai macam sepeda kini mulai diminati oleh masyarakat luas. Dari mulai sepeda  balap (road), sepeda gunung, hingga sepeda fixie. Kesadaran masyarakat akan pentingnya mengurangi pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM), membuat mereka semakin menyukai kegiatan bersepeda. Beragam produksi sepeda pun semakin bermunculan, termasuk produksi sepeda yang terbuat dari bahan bambu.

Penggunaan bahan bambu bukan sekadar alasan karena lingkungan yang sudah tercemar dengan polusi saja. Bambu dianggap sebagai salah satu jenis tumbuhan yang cukup fenomenal, bukan hanya dilihat dari segi botani, akan tetapi dilihat dari segi bisnis dan juga kreatifitas orang yang  memanfaatkannya. Misalnya saja alat-alat musik yang terbuat dari bambu, seperti suling, angklung, karinding, dan juga calung.

Berbicara soal sepeda, sepeda bambu ini jauh berbeda dengan sepeda pada  umumnya. Sepeda bambu terbuat dari bahan-bahan yang sepenuhnya berasal dari lingkungan  sekitar yang juga ramah lingkungan dan mudah didapatkan. Berawal dari tangan seorang pria berusia 38 tahun, bernama Gungun Gunawan. Dirinya mulai menciptakan sebuah sepeda dengan rangka yang terbuat dari bambu. Ia bergabung bersama sekumpulan orang yang dinamakannya HAUR. Kelompok pengembang teknologi berbasis bambu ini sendiri adalah kelompok usaha industri kreatif yang berdiri sejak tahun 2009 di Kota Bandung.

Bukan hal yang mudah membuat sebuah sepeda bambu, butuh ketelitian dan keuletan serta kratifitas yang tinggi. Bambu yang digunakan Gugun pun tidak sembarang, butuh waktu selama dua tahun untuk dia mencari kualitas bambu terbaik yang cocok dijadikan bahan untuk membuat rangka sepeda. Sebelum akhirnya ia berhasil membuat sepeda bambu.

“Dalam pembuatan sepeda bambu ini kami telah melakukan penelitian selama dua tahun mulai dari pemilahan jenis bambu, uji kekuatan, uji daya tahan bambu akan usia dan hama,  ke akuratan ukuran,’’ katanya.

“Pada bulan Desember tahun 2009 kami melakukan penelitian terhadap beberapa jenis bambu untuk memilah jenis manakah yang paling cocok untuk dijadikan sebagai frame sepeda, baru pada bulan juli 2010 kami menemukan bambu yang masuk dalam kriteria kami,” jelasnya.

Menurutnya tidak semua bambu bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan sepeda bambu. Bambu yang digunakan mempunyai beberapa karakter istimewa. Bambu tersebut harus memiliki ketebalan daging bambu , diameter lubang tidak lebar dan tidak pula kecil , kerapatan daging bambu lebih banyak dari pada gabusnya, ruas antar buku tidak jauh, tidak memiliki mata di setiap ruas buku, dan tidak pecah pada saat di heatreatment (pengurangan kadar air secara paksa dengan menggunakan api secara langsung).

Banyak keunggulan yang bisa didapatkan dari sepeda bambu ini. Selain terlihat unik dan antik, sepeda bambu juga bisa tahan lama dan ramah lingkungan, itu karena bahannya yang terbuat dari bambu yang mudah didapatkan di Indonesia.

“Sepeda ini memang benar-benar cocok disebut sebagai kendaraan ramah lingkungan,” kata Gungun.

Tak hanya berbicara soal bambu, bahan tambahan untuk membuat sepeda bambu ini juga ramah lingkungan. Seperti perekat bambunya yang tidak bercampur bahan kimia. Untuk bahan penunjang seperti head tube, sitpos, BB tube mereka membuatnya  sendiri dengan bahan alumunium dural melalui proses milling dan bubut. Sementara untuk arm menggunakan bahan stainless melalui proses laser cutting.

Inovasi barunya yang dirintis bersama kawan-kawannya ini ternyata begitu diminati pasar, hingga setiap bulannya mereka mampu menghasilkan 45 kerangka sepeda. Tak hanya dicari di berbagai wilayah indonesia saja, namun sudah mencapai ke mancanegara. Gugun dan teman-temannya pun terus berkreasi menciptaan sepeda bambunya. Sampai saat ini terdapat berbagai jenis dan tipe sepeda bambu, yakni sepeda balap (road), sepeda fixie, sepeda thandem, dan sepeda hardtail, sampai sepeda lipat. Berbagai sepeda bambu yang tersedia dalam beragam pilihan warna ini dipasarkan dengan harga antara Rp 5,8 juta hingga Rp 9 juta.

Reporter : Hilda Kholida

Redaktur : Adi Permana

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas