Lingkungan dan Kesehatan

Kronologis Meninggalnya Pendaki di Alun-alun Suryakencana

Pemandangan dari Puncak Gunung Gede. (Ilstrasi: Dok. Suaka)

Pemandangan dari Puncak Gunung Gede. (Ilstrasi: Dok. Suaka)

 

SUAKAONLINE.COM — Seorang pendaki bernama Winoto (42) warga RT 4/3 Parungjaya, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Tanggerang meninggal dunia di Alun Alun Suryakencana Barat, Gunung Gede pada Sabtu (8/11/2014) pukul 23.30 WIB.

Menurut siaran pers yang disampaikan pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada Senin (10/11/2014), korban yang berprofesi sebagai Security itu, meninggal saat berkumpul bersama rekan-rekannya berjumlah 25 orang di dalam tenda. Korban mendaki pukul 03.00 via Gunung Putri dan sampai pukul 14.00 di Alun-alun Suryakencana.

Korban tiba-tiba tersungkur, pukul 22.00 dan rekan-rekannya memanggil orang pintar yang kebetulan ada di sekitar tempat kejadian. Namun korban bukan kesurupan dan disarankan untuk dihangatkan tubuhnya. Rekan-rekan korban pun memberi balsem dan selimut selain itu tenda dihangatkan dengan menghidupan kompor portabel.

“Pada pukul 23.30 korban tidak ada reaksi apa-apa, selanjutnya disarankan agar turun memanggil petugas. Empat rekan korban bernama Iwan Gunawan, Anggi, Edi Handoyo dan Tasminter turun untuk meminta bantuan, sedangkan yang 20 orang menemani korban. Keempat rekan korban sampai di Pos Gunung Putri pukul 06.00 langsung melaporkan kondisi korban ke Petugas Pos Gunung Putri,” kata Kepala Balai Besar TNGGP Herry Subagiadi.

Selanjutnya, Pukul 07.00 petugas TNGGP mengkoordinir tim untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan perencanaan evakuasi. Selanjutnya pukul 09.00 tim kedua meluncur untuk membantu logistik dan evakuasi.

“pukul 14.45 jenazah tiba di Pos Pendakian Gunung Putri, selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur guna proses visum dan tes urin serta darah untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ujarnya seperti melalui siaran pers yang diberikan.

Setelah memeriksa Iwan Gunawan, rekan korban, diketahui bahwa kondisi Winoto ketika mendaki dalam kondisi sehat, namun tidak membawa perbekalan serta pakaian yang memadai. Selain itu saat korban tersungkur di dalam tenda, kedua tangan mengalami kekakuan atau kejang namun tidak mengeluarkan buih dari mulut.

“Kondisi pakaian korban ketika mendaki tidak basah karena mengenakan jas hujan, begitu juga ketika di dalam tenda pakaiannya tidak basah. Namun ketika tersungkur diakui rekan korban bahwa suhu tubuh sangat dingin,” tuturnya.

Sebelumnya, di TNGGP juga pernah terjadi pedaki meninggal. Yaitu Shizuko Rizmandani, siswi kelas X SMA 6 Bekasi, Jawa Barat. Ia mengalami Hipotermia hebat saat berada di Pos Kandak Batu, akhir Desember tahun lalu.

Atas kejadian meninggalnya Winoto tersebut, pihak TNGGP menghimbau kepada pendaki agar menggunakan peralatan standar, pengaturan logistik yang baik, mempelajari medan yang akan dihadapi, didampingi pendaki yang berpengalaman dan lebih baik memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter sebelum melakukan aktivitas pendakian.

Reporter : Adi Permana

 

57 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas