Kampusiana

Perjalanan PSM UIN Bandung di Customs Choir Competition 2015

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN SGD Bandung saat tampil dalam  Customs Choir Competition 2015 di Auditorium Merauke Gedung Papua Direktorat Jendral Bea dan Cukai, Kamis (22/1/2015). (Foto: Robby Darmawan)

Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN SGD Bandung saat tampil dalam Customs Choir Competition 2015 di Auditorium Merauke Gedung Papua Direktorat Jendral Bea dan Cukai, Kamis (22/1/2015). (Foto: Robby Darmawan)

 

SUAKAONLINE.COM — Jam di ruang Rektorat masih menunjukan pukul 03.00 dini hari, Rabu (21/1/2015). Gerimis yang turun sepanjang malam dan suhu dingin tidak menyulutkan semangat 35 anggota Panduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN SGD Bandung. Mereka berkumpul di halaman Gedung Rektorat bersiap berangkat menuju Jakarta untuk mengikuti Customs Choir Competition 2015 yang digelar oleh Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC).

Ini adalah kali pertama PSM UIN SGD Bandung mengikuti kompetisi paduan suara dalam  15 tahun terakhir. “Sudah lama saya menginginkan PSM UIN Bandung ikut kompetisi, supaya mereka tahu paduan suara sebenarnya yang ada di luar sana. Ini adalah awal keberanian dari pengurus,” ujar Pembina PSM UIN SGD Bandung, Agung Tirta Wibawa yang akrab disapa ATW sesaat sebelum berangkat.

Customs Choir Competition merupakan agenda rutin dari DJBC. Digelar untuk memperingati Hari Pabean Internasional, tahun ini ke-63. Kompetisi diikuti oleh 17 tim paduan suara, dengan komposisi 5 tim dari unit kerja DJBC, 4 tim dari eselon satu kementrian keuangan, 1 tim dari kementrian pariwisata, dan 7 tim dari perguruan tinggi nasional.

Perjalanan menuju Jakarta ditempuh dalam waktu 5 jam, sekitar pukul 08.00 rombongan PSM UIN Bandung tiba di Asrama Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bea dan Cukai yang menjadi tempat berteduh selama 2 hari. Hari pertama, tim paduan suara melakukan gladi resik dan latihan terakhir sebelum kompetisi.

Menurut Pelatih PSM, Karisman Ferdinandus Tumanggor persiapan mengikuti kompetisi ini telah dilakukan selama 3 bulan, terhitung sejak November tahun lalu. PSM menyiapkan dua lagu: Spririt dan Sabda Alam. Pemilihan dua lagu tersebut menurut Karisman karena kedunya memiliki tingkat kesulitan yang cocok untuk dibawakan dalam kompetisi.

Selain lagu, mental merupakan salah satu faktor yang ia soroti. “Ini kan pertama kalinya mereka ikut kompetisi, wajar bila mereka grogi-grogi dikit. Tapi itu harus dikurangi ketika tampil,” ujar pria kelahiran Sibolga tersebut.

Pengalaman Berharga

Hujan deras mengguyur Jakarta sejak subuh, Kamis (22/1/2015). Kondisi tersebut tidak menjadi halangan anggota PSM UIN SGD Bandung untuk tetap beraktivitas. Sejak pukul 04.00 mereka melakukan persiapan. Saat yang dinantipun tiba, menggunakan busana berwarna kuning dipadukan  biru langit, PSM UIN SGD Bandung bersiap menuju laga kompetisi.

Auditorium Merauke Gedung Papua Dirjen Bea dan Cukai menjadi tempat pertunjukan. Gedung dengan cat kuning gading tersebut tampak elok dan megah. Dekorasi panggung dihiasi dengan payung berwarna-warni yang menggantung di atasnya. Sedangkan background panggung dipoles gambar tokoh wayang, Arjuna dan Shinta.

PSM UIN SGD Bandung tampil pertama, satu persatu anggota menaiki panggung, disambut tarian lampu warna-warni. Spirit dan Sabda Alam mereka nyanyikan, setelah itu sorak sorai penonton dan tepuk tangan membahana. Terlihat senyum lebar dari rombongan, seakan terlepas dari ketegangan yang sedari tadi mengelayut.

Hasil akhir PSM UIN Bandung menduduki peringkat ke-6. Menurut Karisman walaupun hanya menduduki peringkat ke-6 dari 17 peserta, namun ini merupakan suatu prestasi tersendiri bagi PSM UIN Bandung. “Saya tidak menyangka bisa diposisi 6, apalagi bedanya dua poin saja dari juara harapan 2. Ini baru pertama kali loh (mengikuti kompetisi, -Red). Seminggu lagi saja dipoles mungkin hasilnya akan berbeda,” ujarnya sesaat setelah pengumuman pemenang.

Hal serupa juga diungkapkan oleh ATW, menurutnya tidak penting gelar juara, yang terpenting adalah pengalaman yang didapatkan. Dengan mengikuti kompetisi, lanjut ATW, mereka akan tahu bagaimana paduan suara yang sesungguhnya juga menambah referensi lagu dan penampilan. “Kalau kata orang sunda mah, biar tidak kurung batokkeun,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengapresiasi kerja keras yang dilakukan anggota PSM. Kompetisi ini adalah pengalaman berharga dan juga awal untuk menjadikan PSM UIN Bandung lebih baik lagi. “Kita bawa pulang piala yang paling berharga, piala pengalaman,” pungkasnya tersenyum lebar.

Reporter              :Robby Darmawan

Redaktur             :Isthiqonita

4 Komentar

4 Comments

  1. Fallahabsurditas

    2 Juni 2012 at 01:39

    aneh sekali, padahal punya saya juga 40rb masuk… Cuman memang awalnya 240rb, diambil 200rb. Pas waktu uang segitu, beasiswa saya tidak turun hari itu, cuman pas diambil 200rb, besoknya turun.

  2. Wiel_dhan

    5 Juni 2012 at 23:13

    awas ahhh jgn2 dipake,

  3. Erick Sutedy

    6 Juni 2012 at 08:50

    kami btuh kepstian… yg 700 rek mw cair atau nggk….????? btuh bangt tuh buat byr SPP…thank…^^

  4. Andrey tendean

    6 Juni 2012 at 11:58

    minta Kepastian kepada pihak yang ter kait tentang beasiswa kami ini, kami butuh uang itu untuk bayar SPP, kami ingin meringankan beban ortu kami… trimsS…

    toLong bLz..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas