Puisi

Kepada Engkau, Tuan Muda!

Oleh Nirra Cahaya Pertama*

 

Waktu yang semakin mengkerucut dibahumu

Tak jua kau tepiskan untuk segera berlalu

 

Angin,

seolah menampar debu

menyibakkan perih

dan melengking saat menyentuh daun telinga

 

Kini,

seperti detik sebelumnya.

Kau masih bisu.

Berdiri tegap bersama keringat pilu dikeningmu.

 

*Penullis adalah Mahasiswi Ilmu Komunikasi Jurusan Humas Fakultas Dakwah dan Komunikasi Aktif di LPM Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas