Terkini

Dunia Galau di Kampus Galau

[Suakaonline]-Kalimat tersebut menjadi judul sebuah drama teatrikal yang ditampilkan dalam acara Trainning Islamic Youth Movetivation yang diselenggarakan oleh Muslimah Hidzbut Tahrir Indonesia (MHTI), Minggu (16/09) di gedung IKA Unpad.

Drama tersebut memperlihatkan beberapa pesan untuk remaja yaitu sebuah kritikan terhadap dosen yang lebih mementingkan penelitian daripada membimbing skripsi mahasiswa, sehingga mengakibatkan mahasiswa menempuh jangka waktu yang lama untuk lulus. Dalam drama tersebut disorot juga sebuah kritikan terhadap wanita cantik yang memadorotkan, yang selalu menghasilkan hamil di luar nikah. Yang terakhir berupa pesan bahwa seorang yang sedang menempuh pendidikan haruslah mempunyai mimpi.

Acara yang diselenggarakan dalam rangka menyambut mahasiswa baru 2012, untuk mengukir mimpi tersebut dihadiri oleh sekiitar 200 mahasiswi yang berasal dari beberapa kmpus di Bandung raya diantaranya: UIN, ITB, UNPAD, Unikom, Itenas, dan lainnya tersebut “Bukan hanya sekedar menjadi mahasiswa yang berprestasi tetapi menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain,” papar Ivik aktivis hizbu tahrir dari kampus ITB.

Lain dari biasanya acara ini menggunakan kata movetivation yang berasal dari kata move dan motivation. “Jadi selain untuk memotivasi acara ini juga mengajak kita untuk move, bergerak untuk menegakan khilafah islamiyah.” papar Fadhilah Laila selaku ketua panitia

Acara yang mengusung tema “mengukir mimpi besar menjawab tantangan global” tersebut juga diisi oleh seorang motivator dari IAIN Sunan Ampel, Surabaya Faqih Syarif Hasyim. Dalam trainingnya faqih mengungkapkan “jika tidak mengikuti fikiran negatif, apapun yang anda lakukan pasti bisa. Dan ada kelebihan yang dimiliki manusia daripada makhluk-makhluk Tuhan yang lain, yaitu  manusia sejak lahir diciptakan sudah dimulyakan, sehingga iblis dan malaikatpun ikut bersujud,” Sebelum sampai pada inti tema Faqih mengungkapkan bahwa “Kita sebenarnya sedang bertransaksi dengan Tuhan, dan kita sudah dibeli oleh Allah dengan surga. Namun kebanyakan kita lupa,” paparnya.

Untuk menjawab tantangan global, Faqih tidak memberikan saran bahwa buku adalah hal yang paling penting, “di Jepang, di luar jam kuliah itu digunakan untuk membaca buku keahlian. Dengan membaca buku keahlian 1 buku perminggu, dalam 5 tahun kita akan menjadi ahli dalam bidang tersebut. Dan sisanya untuk menulis. Selain itu, Anda harus memilih komunitas, teman dan organisasi,” papar Faqih.

Faqih juga mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib, “jika ingin menguasai ilmu apapun yang pertama cintailah ilmu itu, dan yang kedua hormatilah yang mengajarkan ilmu tersebut,”[]Putri Galih Ning Gusti, Iis/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas