Kampusiana

Parkir Berbayar di Kampus UIN Bandung Belum Efektif

Suasana parkiran di samping Auditorium UIN SGD Bandung, Selasa(10/2/2015). Parkiran belum tertata rapi sepenuhnya karena sistem yang diberlakukan belum efektif, seperti minimnya petugas di beberapa titik parkiran. (Foto: Edi Prasetyo/Magang).

Suasana parkiran di samping Auditorium UIN SGD Bandung, Selasa(10/2/2015). Parkiran belum tertata rapi sepenuhnya karena sistem yang diberlakukan belum efektif, seperti minimnya petugas di beberapa titik parkiran. (Foto: Edi Prasetyo/Magang).

SUAKAONLINE.COM— Pengelolaan parkir berbayar di kampus UIN SGD Bandung belum efektif. Hal tersebut dikeluhkan mahasiswa yang merasa kecewa dengan pelayanan parkir yang ada. Padahal, parkir berbayar sudah diterapkan sejak akhir tahun 2014 lalu.

Lisa misalnya, mahasiswi jurusan Ahwal Syakhsiyyah semester enam itu mengeluhkan minimnya petugas di lokasi parkiran. “Di setiap tempat parkir tuh gak ada yang ngejagain. Terus pas mau ngeluarin motor kan harus muter, harus dorong sendiri motor yang menghalangi. Kalau bagi cewek kan berat,” kata dia, Selasa (10/2/2015).

Menurut Lisa, keadaan parkiran saat ini sama saja dengan sebelumnya. Bedanya, sekarang mahasiswa harus bayar sedangkan sebelumnya tidak. Sama halnya dengan Lisa, mahasiswa jurusan Manajemen semester empat Gilang merasakan hal serupa. “Kurang efektif sih, berdempetan gitu. Bikin (kendaraan, Red-) lecet atau rusak. Harusnya lebih dirapikan lagi,” ujar Gilang.

Menanggapi keluhan tersebut, Humas UIN SGD Bandung Saepuddin menjelaskan jika pihak pengelola sudah menyediakan parkiran yang nyaman bagi mahasiswa.

“Menurut kami, Anda sendiri tentu bisa menempatkan kendaraan anda ke tempat yang paling nyaman, dan setidaknya itu bisa dilakukan oleh anda sendiri. Karena kami telah menyediakan fasilitas yang sedemikian rupa,” kata Sawpuddin kepada Suaka, Kamis, (11/2/2015).

Sampai sejauh ini, penataan parkiran di UIN SGD Bandung masih terlihat kurang rapi. Seperti yang terlihat di gedung perkuliahan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, di mana trotoar untuk pejalan kaki seringkali disesaki oleh sepeda motor. Selain itu, minimnya petugas di beberapa lahan parkir juga menyulitkan mahasiswa yang keluar masuk membawa kendaraan.

Reporter             : Edi Prasetyo/Magang

Redaktur            : Adam Rahadian

11 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas