Terkini

Komunitas RRR Pelindung DPR

Senin (29/10), DPR (Di Bawah Pohon Rindang) UIN SGD Bandung seperti dilahirkan kembali. Fungsi area DPR yang biasanya digunakan hanya untuk tempat nongkrong, telah dideklarasikan kembali. Komunitas RRR Pelindung DPR  meresmikan area DPR sebagai ruang publik mahasiswa yang selama ini tidak ditetapkan.

Berawal dari obrolan tiga orang mahasiswa UIN Bandung yaitu Aris Darusallam mahasiswa jurusan Jurnalistik semester satu, Hadi Miftahul mahasiswa Jurusan Sosiologi semester satu dan Deti , maka lahirlah komunitas RRR Pelindung DPR. Komunitas ini lahir pada hari kamis 25 Oktober 2012.

RRR merupakan singkatan dari ruang riung riweuh. Tiga huruf R tersebut diambil dari jumlah pohon besar yang mengelilingi DPR. Ruang bermakna DPR sebagai ruang untuk melakukan aktifitas dan sebagai ruang publik. Riung diambil dari kata berbahasa sunda  yang diartikan berkumpul untuk melakukan kegiatan yang produktif dan kreatif. Riweuh juga diambil dari kata berbahasa sunda yang artinya penuh aksi kreatif.

RRR Pelindung DPR terbentuk untuk memfungsikan kembali DPR sebagai ruang publik mahasiswa. DPR seharusnya menjadi tempat bagi para mahasiswa untuk melakukan kegiatan yang produktif. Seperti halnya dikampus lain, mahasiswa disediakan ruang publik untuk melakukan aktifitas seperti diskusi, bedah buku atau acara lainnya.

“DPR menjadi milik bersama bukan milik golongan tertentu” ucap Aris.

Selain memfungsikan kembali DPR, komunitas ini pun akan mengadakan kegiatan mingguan seperti diskusi, bedah buku, dan Jum’at bersih. Kegiatan lainnya adalah membuat tempat sampah yang ditempatkan disekitar DPR. Selain didukung oleh mahasiswa berbagai jurusan, komunitas ini pula mengundang dari mahasiswa kampus lain seperti UNPAD, UPI dan Unisba.

“Diharapkan DPR dapat menjadi tempat untuk kreatifitas mahasiswa,” tambah Aris.

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas