Terkini

Memahami Makna Jurnalisme Sastrawi dan Jurnalisme Naratif

[Suakaonline]-Himpunan Mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi menghadirkan seorang guru besar dari Amerika, Janet Steele, pada acara Jurnalistik Fair 2012 (Jufair 2012), Kamis (18/10). Janet Steele, biasa disapa dengan Janet, merupakan seorang dosen mata kuliah Narative Journalism di Universitas George Washington USA.

Dalam kehadirannya di Jufair 2012, Janet memberikan kuliah umum mengenai Jurnalisme Sastrawi dan Jurnalisme Naratif. Ia memberikan satu alasan penting mengapa Jurnalisme naratif lebih baik jika digunakan dalam breaking news, yaitu karena jurnalisme sastrawi lebih ideal digunakan dalam berita yang bersifat investigasi.

Janet berharap, jika sebuah berita ditulis dalam jurnalisme sastrawi pembaca bisa membaca seluruh isi berita dari awal hingga akhir. Sebab, jurnalisme sastrawi memiliki satu kekuatan lebih dibanding penulisan berita lainnya, yakni memikat setiap pembaca dengan menghadirkan tokoh, adegan dan juga setting sehingga pembaca dapat ikut merasakan kejadian tersebut.

Dalam setiap pembicaraannya, Janet mengganti istilah jurnalisme sastrawi dengan jurnalisme naratif. Ia mengakui, para penulis awam seringkali salah memahami makna satrawi dan naratif.

“Jangan memakai gaya naratif jika Anda tidak memiliki waktu yang banyak untuk menulis dan tidak punya banyak detail informasi untuk ditulis,” ungkap Janet sebelum mengakhiri pembicaraannya.

Kuliah umum tersebut merupakan rangkaian acara  Jurnalistik Fair 2012, yang digelar selama tiga hari mulai dari tanggal 18 Oktober hingga 20 Oktober mendatang. []Hilda/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas