Kampusiana

Niat dan Konsisten Hafidzah Agroteknologi

MImi Alhusna Aulia, Hafidzah jurusan Agroteknologi, Kamis (12/2/2015). (Foto: Azzah M/ Magang)

MImi Alhusna Aulia, Hafidzah jurusan Agroteknologi, Kamis (12/2/2015). (Foto: Azzah M/ Magang)

SUAKAONLINE.COM—Menjadi penghafal Al-Quran bukanlah perkara mudah, perlu niatan yang kuat dan konsistensi dalam menjalankannya, hal tersebut menjadi prinsip Mimi Alhusna Auliya. “Jangan niat menghafal Al-Qur’an agar bisa lulus kuliah. Niat karena Allah, Insya Allah dipermudah,” ujar mahasiswi Agroteknologi tersebut ketika ditemui Suaka usai kuliah, Kamis (12/2/2015).

Gadis yang lahir di Semarang, 15 Juni 1996 itu sudah menjadi Hafidzah di umurnya yang ke-17. Sejak kecil, anak dari pasangan Kisnanto dan Hani ini memang sudah mulai menghafal kitab suci Al-Qur’an. Ia mengaku mulai menghafal Al-Qur’an sejak ia menempuh pendidikan Sekolah Dasar di SDIT Fitrah Insani. Meski orangtuanya tidak mendukung secara langsung, kedua orangtuanya sering memberinya semangat dan motivasi dalam proses penghafalan. Ia pun memuji sistem pembelajaran di UIN yang mendorong seseorang untuk menghafal Al-Qur’an.

Mimi. sapaan akrabnya juga meraih prestasi  sejak menduduki banggku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ia juara pertama perlombaan tahfidz tingkat Jawa Barat dan tingkat Kota Cimahi, Juara 1 dan 3 Musabaqah Hifdzil Quran, se-Kota Bandung.

Mimi, sapaan akrabnya berkata bahwa dalam menghafal juz, ia banyak mengalami kendala. Tak jarang kendala itu justru datang dari dirinya sendiri. Malas, bosan, lelah dan berbagai macam halangan menderanya. Kendala lain datang saat melihat teman-temannya pergi bersenang-senang. Rasa ingin ikut bersenang-senang menurutnya dapat mengganggu hafalan. “Dalam menghafal Al-Qur’an, kita harus menghindari hal-hal yang berbau duniawi,” pungkasnya.

Reporter           : Azzah Mahmudah/Magang

Redaktur          : Isthiqonita

5 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas