Kampusiana

Satu Bulan Tanpa Rektor, Kultur Kampus Masih Wajar

DeddyIsmatullah

Deddy Ismatullah saat menghadiri penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Aula UIN SGD Bandung, Kamis (17/7/2014). (Suaka/Dede Lukman).

SUAKAONLINE.COM– Pemecatan Deddy Ismatullah sebagai rektor UIN SGD Bandung, ditanggapi oleh dosen senior UIN SGD Bandung, Zainal Abidin. Menurutnya pemecatan tersebut tidak berpengaruh terhadap kultur kampus. “Pemecatan sudah satu bulan lebih. Aktivitas mahasiswa bermuara di jurusan dan fakultas, Al-Jami’ah tidak begitu terlibat. Makanya berjalan dengan baik,” ujar Zainal saat ditemui Suaka, Jumat (13/3/2015).

Meski berpendapat begitu, Zainal menyayangkan sikap Kementrian Agama yang membiarkan kampus terlunta-lunta. “Biasanya SK pemberhentian dijatuhkan sekaligus dengan pengangkatan, tapi sekarang antara pemberhentian dan pengangkatan itu terlalu lama, berartikan ada sistem manajemen yang kurang normal,” terang Zainal.

Dalam menghadapi kondisi seperti itu, Zainal menyatakan bahwa kampus berada dalam posisi dilema. Disatu sisi kejadian tersebut adalah aib, dan kata Islam harus ditutup. “Tapi jika untuk pembelajaran tidak apa-apa, sebab posisinya public figure. Allah juga memperlihatkan kebururkan Firaun di dalam Al-Quran.”

Zainal berharap Pelaksana Sementara Rektor dapat menyelamatkan kampus dari kondisi yang tidak kondusif. Ia menganggap kejadian tersebut menjadi pengalaman bagi pihak kampus, bahwa persoalan kepemimpinan bukanlah kegiatan yang main-main.

Reporter          : Restia Aidilla Joneva

Redaktur         : Isthiqonita

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas