Puisi

Luka Angin

Oleh Herton Maridi*

-stym

Malam pualam melekat pada
lampu jalanan yang mengerdip
luka angin mendera renda rambutmu
di pavilyun tua

Langit timur memutih
menjatuhkan ruap mimpi
ke pangkuanmu

Di tahun purba, di tubuh kota ini
masih tersimpan nafas gerimis
mengalir bersama irama ombak

Kita sempat mengkhidmat
rahasia waktu dalam celah malam
dan berhayat tentang luka angin
yang menidurkanmu malam itu

2011

*Penulis adalah mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris, aktif di komunitas Sasaka dan Kabel Data.

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas