Puisi

Kepada Serigala, Kepada Penyair

kepada serigala, kepada penyair

–komunitas kabeldata

 

hidup bagai sekumpulan serigala

yang mengaum mencari mangsa

siapa di antara kita yang harum sajak

yang wanginya bagai nafas perempuan

mabuk di tepi jalan. betapa malam habis

kita pangkas sebagai Raudal, sebagai Syahreza

seakan akan sastra berwajah dua seperti arca

terpahat di dada, dan sisanya nyangkut

di halaman koran sebagai patung patung

tersekap dalam kamar.

namun tidak untuk beberapa malam saat kita memanggil

banyak penyair mengaumkan sajak sajaknya di panggung

yang hampir roboh. sementara

serigala berduyun duyun datang mendengarkan mereka,

mengepung dari segala arah, menjulurkan lidah,

taringnya memanjang sampai ke tanah

matanya sinis melihat penyair penyair itu bergulingan

melumuri tubuhnya dengan sajak sajak dan segelas kopi

tandas ditenggak

namun percayalah, serigala tak suka kopi pahit

yang bikin sajak sajak kita terasa sakit.

 

2011

 

Restu A Putra, mahasiswa jurusan jurnalistik UIN SGD Bandung aktif di Majelis Satra Bandung, Komunitas Rumput dan Komunitas Kabel Data

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas