Kampusiana

Roni Tabroni : 22 Situs Islam Diblokir, Pemerintah Sudah Diintervensi

banned

ilustrasi

SUAKAONLINE.COM – Diblokirnya 22 situs Islam  oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) mendapat perhatian dari sivitas akademika UIN SGD Bandung.

Salah satunya, dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung Roni Tabroni. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo telah diintervensi oleh sebuah badan seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Saya heran bagaimana bisa pemerintah diintervensi oleh sebuah badan, berarti BNPT ini lebih hebat dari negara,” ungkap Roni saat ditemui Suaka, Selasa (7/4/2015) lalu.

Menurutnya, sebelum adanya sebuah tindakan pemblokiran, seharusnya Kemenkominfo memberikan pembinaan terlebih dahulu. “Tindakan pertama yang perlu dilakukan yaitu menertibkan terlebih dahulu situs-situs yang dianggap memiliki paham radikalisme, selanjutnya baru melakukan sebuah pembinaan,” ujarnya.

Roni menambahkan setelah dilakukan sebuah pembinaan, jika situs tersebut terbukti berisi aham radikalisme, maka langkah yang harus ditempuh yaitu perlu adanya pengkajian. “Pengkajian tersebut bisa internal yaitu oleh Kemenkominfo sendiri, maupun oleh eksternal yaitu oleh Majelis Ulama Indonesia,” tambahnya.

Agar media-media Islam terhindar dari pembredelan, maka media Islam harus mempunyai standar-standar tertentu. “Salah satunya media Islam harus mendaftarkan medianya ke dewan pers,” tutup Roni.

Sementara itu, mahasiswa Tafsir Hadist, Rendi Rahayu Zetira mengatakan pemblokiran tersebut perlu dilakukan terhadap situs-situs yang berisi ajakan-ajakan radikalisme. “Jika sekiranya situs tersebut berisi paham radikalisme, maka pemblokiran tersebut sudah sepantasnya,” ujar mahasiswa semester empat itu, Selasa (7/4/2015).

Reporter : Ari Gunawan/Magang

Redaktur : Robby Darmawan

4 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas