Terkini

Selamat Jalan Alm. Susi Trianawati

[Suakaonline]-Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun. Kabar Duka sedang menyelimuti keluarga besar Lembaga Studi Politik Islam (LSPI) di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN) Bandung. Pasalnya Ketua Divisi Annisa LSPI, mahasiswi Jurusan Matematika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 2008, Susi Trianawati (20 tahun) tewas terlindas truk di pertigaan jalan menuju Cileunyi (11/10) ketika hendak berangkat kuliah. Kabar ini sontak membuat sedih keluarga besar LSPI.

Nursayyida, selaku Bagian Kajian Strategis LSPI memaparkan kronologis kejadian naas itu. Selasa pagi (11/10), korban yang diduga sedang mengantuk, berangkat menuju Bakti Nusantara (Baknus) dengan mengendarai motor Honda Beat hitam. Korban berangkat dari arah Tanjung Sari menuju Cileunyi untuk berkuliah. Namun di tengah perjalanan, korban hilang kendali dan menabrak mobil di depannya. Kemudian terpelanting ke tengah jalan dan saat itu pula mobil truk dari arah belakang sedang melintas dengan kecepatan tinggi. Kecelakaan pun tidak bisa dihindari lagi, korban tewas seketika dengan luka berat di kepala.

Irman salah satu saksi mata membenarkan tentang kecelakaan yang terjadi. “Saya cuma melihat helmnya sudah remuk, kemudian perempuan itu digotong sama beberapa orang, kejadiannya cepat sekali” ujar mahasiswa Hubungan Masyarakat yang saat itu sedang melewati Cileunyi (13/10).

Jenazah mahasiswi semester tujuh Jurusan Pendidikan Matematika itu kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung oleh seorang relawan. “Kami mendapatkan kabar duka dari keluarga beliau sekitar pukul 13.00. Saat itu juga kami semua berangkat ke RSHS. Sekitar pukul 17.00 jenazah dipulangkan. Kemudian dimakamkan pukul 20.30 di dekat rumahnya” papar Nursayyida lebih lanjut ketika ditemui di Masjid Iqomah (13/10).

Mengenai sosok Susi Trianawati itu sendiri.  “Beliau adalah orang yang baik, disayang oleh semua orang, mudah bergaul dan mempunyai visi dan misi yang jelas dalam hidupnya” ungkap mahasiswi semester lima ini dengan terbata-bata seolah belum percaya dengan peristiwa naas yang menimpa sahabatnya.

Ketika engkau pergi, cahaya bulan ikut menerangi, semoga begitu juga para malaikat dan para mujahidah ikut menyambutnya dan semoga Allah merengkunya dengan kasih sayang : Dirimu tangguh tapi tetap tenang dan lembut dalam berdakwah. Semoga kita bertemu kembali sahabat..Insya Allah, Allah mengumpulkan kita kelak dalam kerinduan persahabatan karena Allah” doa Nursayyida untuk Susi Trianawati.[] Penny Yuniasri/SUAKA

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas