Kampusiana

UIN Bandung dan Wabah Korea

[Suakaonline]-Tak heran ‘Demam Korea’ telah menjangkiti banyak kalangan terutama di Indonesia. Tengok saja acara-acara TV sekarang ini, kebanyakan serba Korea. Dari film drama Korea, sampai band-band Indonesia yang ikut menyerupai gaya Korea.

Mungkin semua berawal sejak banyaknya drama Korea yang mewarnai layar kaca kita. Tidak hanya romantis, seringkali adegan-adegan konyol juga mewarnai sebagian besar drama Korea sehingga cerita yang disajikan menjadi tidak begitu berat dan menyedihkan. Adegan-adegan yang ditayangkan juga tidak vulgar seperti film barat. Selain itu panjang episodenya tidak seperti sinetron Indonesia, hanya sekitar 16 hingga 25 episode saja. Hal-hal tersebut tentu saja membuat drama Korea langsung melejit di Indonesia.

Begitupun demam Korea mewabah di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, umumnya para perempuan. Hampir setiap handphone mahasiswa memiliki lagu Korea, begitupun dengan isi laptop mereka, menonton DVD drama Korea menjadi rutinitas wajib bersama teman-teman di kosan, ketika waktu makan siang warteg-warteg sekitar juga lebih sering memutar film drama Korea yang setiap hari tayang di salah satu stasiun TV swasta.

Seperti Sri Cahya Lestari yang mengaku sudah menyukai drama Korea sejak dia masih SD, selain memiliki kesamaan mata yang sipit dengan orang Korea, mahasiswi Jurnalistik semester 5 ini juga menyukai lagu-lagu dari negeri gingseng tersebut. “Awalnya aku suka sama drama Korea semejak SD, aku suka karena akting mereka itu bagus, terus berlanjut suka sama lagu-lagu Korea yang khas, yang paling aku suka adalah wajah oriental mereka, aku juga suka sama mata mereka yang sipit,” jelas pemakai nama Nie Jang GeunSuk di akun facebook-nya ini.

Pendapat serupa pun terlontar dari mahasiswi fakultas Dakwah Dan Komunikasi, “Filmnya itu seru-seru dan ramai. Alur ceritanya enggak membosankan, yang paling aku suka film Boy Before Flower (BBF),” jelas Dea.

Selain drama Korea, kini musik Korea juga sudah mulai berkembang dan mulai akrab di telinga kita. Lagu yang menjadi soundtrack atau backsound dalam drama Korea yang easy listening dan ear-catching menjadi lebih gampang diterima oleh para pemirsa.

“Pada ganteng terus keren, kalo lagi nge-dance energik banget. Jadi bikin semangat lihatnya,” jelas Dea mahasiswi semester 3 ini.

Selain Dea, Putri mahasiwi fakultas Adab dan Humaniora juga menggandrungi band-band Korea, “Mereka itu multi-talented, udah mah energic, attractive, udah gitu good looking, mereka membuat band tidak hanya sekedar ikut-ikutan trend, tapi mereka mampu menciptakan sesuatu yang baru, bukan memplagiat yang sudah ada, jadi engga bikin bosen deh lihatnya,” terangnya.

Musik K-pop juga sudah mulai dikenal di dunia. Sebut saja SNSD, Rain, Super Junior dan Wondergirls yang pasti tak asing lagi di telinga kita. Mengusung jenis musik dance atau pop yang berkiblat ke barat diimbangi dengan kemampuan menari dan wajah yang menawan serta bentuk tubuh yang aduhai membuat mereka laku di pasaran.

Penampilan mereka tentu didukung juga dengan gaya berbusana yang ‘Korea banget’ dengan memadukan warna-warna cerah dan nuansa ceria yang membuat penampilan mereka modis dan memberi kesan imut.

Alur musik industri Indonesia saat ini juga lagi mengarah ke Korea, lebih dari 10 Boy dan Girl Band yang muncul dengan gaya yang hampir mirip dengan band-band di Korea, tidak sedikit juga yang menyebutnya plagiat.

“Emang bisa disebut plagiat juga kalo sampe semua dijiplak. Tapi ya, kalau mereka bisa menciptakan sesuatu yang baru dan malah lebih bagus, kenapa engga kita dukung saja! Karena aku mencoba menyukai semuanya juga,” tambah Putri mahasiwi semester 6 jurusan Bahasa dan Sastra Inggris ini.

Berbeda lagi dengan Ovhy mahasiwi Jurnalistik semester 7 penyuka Korea, yang berpendapat bahwa band Indonesia yang terlihat mengikuti band Korea itu kurang kreatif, dan kualitasnya kurang. “Mereka (band Indonesia) cuman punya modal tampang doang, tapi kemampuannya nol besar,” terang mahasiswi yang sudah hampir setahun kursus bahasa Korea dan menggunakan nama Cha Hyun Hee (Cha Hyun) di facebook-nya ini.[] Ikhmah U Maida/SUAKA

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas