Lintas Kampus

AJI Bandung Peringati Kebebasan Pers

AJI Bandung

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung, Adi Marseila tengah memberikan orasi mengenai “Kebebasan Pers Internasional:, di area Car Free Day Dago, Minggu (3/5/2015). Aksi tersebut memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional yang jatuh setiap 3 Mei. (Siti Rosidah/Magang)

SUAKAONLINE.COM, Bandung –– Bertepatan dengan hari kebebasan pers sedunia yang jatuh pada Minggu (3/5/2015), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung melakukan aksi pantomim untuk memperingatinya. Aksi tersebut digelar di Car Free Day Jalan Dago, depan Rumah Sakit Boromious, Bandung.

Pantomin yang dilakukan oleh dua orang anggota AJI Bandung tersebut, memperlihatkan tindakan kekerasan terhadap wartawan. Ketika pantomim berlangsung, Ketua AJI Bandung Adi Marseila melakukan orasi.

Adi Marseila mengatakan bahwa hingga kini pers belum seutuhnya bebas. Menilik dikeluarkannya Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), menurut Adi membuat kebebasan pers dan kebebasan berekspresi menjadi  berbahaya. Adi juga  mengajak masyarakat sadar media yang baik dan juga  meningkatkan kewaspadaan dalam berpendapat di media sosial.

“UU ITE yang ada saat ini membuat berbahaya dalam kebebasan pers dan juga berekspresi. Dan hari ini secara nasional, kami AJI secara nasional menyatakan  musuh kebebasan pers adalah polisi, karena dari Mei 2013 sampai 2014 belum bisa menyelesaikan kasus kekerasan wartawan,” ujar Adi.

Adi juga mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap wartawan terus dilakukan oleh pihak kepolisian. Adi menceritakan peristiwa pada bulan Maret lalu, seorang wartawan di Lampung rumahnya digrebek karena dianggap pengedar narkoba. Setelah itu pihak kepolisian mengatakan salah informasi. Hal tersebut membuat kebebasan pers semakin terancam.

Sementara itu, salah satu masyarakat yang sedang menikmati kegiatan CFD, Iqbal mengatakan bahwa dirinya baru tahu bahwa 3 Mei adalah kebebasan pers. “Saya baru tahu kalau sekarang kebebasan pers,”

Meskipun baru mengetahui, Iqbal berharap pers di Indonesia berjalan sesuai fungsinya. Dan lebih dalam lagi dalam memberikan informasinya. “Ya lebih sesuai fungsinya aja. Jangan masalah yang kecil dibesarkan, masalah besar tidak diinformasikan,” harap Iqbal.

Reporter         : Restia Aidila Joneva

Redaktur        : Isthiqonita

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas