Opini

Peradaban Awal; Orang-orang Zaman Aksial

Oleh Salim Rosyadi*

Peradaban awal manusia sekitar 1600 SM. Yang dapat diketahui diantaranya yaitu bangsa Aksial. Mereka adalah pengembara ulung yang hidup dipadang stepa rusia selatan. Yang disebut dengan bangsa Aria , sebetulnya kelompok ini bukanlah sebuah ras, melainkan sebuah penamaan terhadap orang-orangnya yang artinya “termulia” atau “terhormat”.  Bangsa Aria memiliki peradaban tinggi pada masanya, yang nantinya membentuk suatu basis bahasa asli eropa yaitu indo-eropa. Yang berada di wilayah bagian timur pada awalnya kehidupan mereka lebih pasif. Bangsa Aria tidak pernah bepergian jauh karena waktu itu kuda belum dijinakan, mereka lebih memahami dengan kebudayaan sistem cocok tanam dan menggembala kambing serta menjunjung tinggi kesinambungan. Bangsa Aria kuno sebenarnya tidak pernah melakukan penjarahan, melainkan mereka memiliki peradaban yang tinggi serta terbentuknya ikatan emosional antarsuku. Kepercayaan yang menjadi dasar kekuatan adalah memahami sebagai sesuatu yang bersifat Ilahiyah. Dewa sebagai kekuatan alam yang mempunyai kekuatan ruh dalam bahasa avesta disebut maniyu dalam  bahasa sansekerta maniya.

Setelah peradaban terbentuk mereka tinggal di Kaukasia. Pada millennium ketiga, mulailah bangsa arya yang mengalami migrasi menuju tempat-tempat ke seluruh penjuru bagian dunia. Diantaranya mencapai Jerman, Yunani dan Sekandafia. Pada waktu yang sama juga mereka terus berpindah-pindah menuju bagian daerah timur dan selatan. Yang diakibatkan dari berbedanya wilayah maka satu sama lain memiliki perubahan dalam bahasa yang berbeda yang satu menggunakan dialek avesta, kemudian yang lainnya menggunakan bahasa sansekerta.

Kemudian pada akhirnya bangsa Aria mengembangkan bentuk ibadah secara formal, mereka menyembah tuhan langit bernama Dyaus pitr, pencipta dunia. Tetapi Dyaus begitu bersifat jauh dan tak terlihat, akhirnya digantikan oleh dewa-dewa yang terjanglkau yang sepenuhnya dipersamakan dengan kekuatan kosmik. Varuna menjaga keteraturan semesta, Mitra adalah dewa badai yang member kehidupan, Mazda adalah tuhan keadilan dan kearifan, Indra adalah dewa perang dan Aghni adalah dewa api.

Mereka menyebut dewa dengan Daeva “yang bersinar”, dan Amesha “yang tak mati” . bangsa Aria pada umumnya mempersembahkan pengurbanan mereka kepada dewa-dewa dalam menjaga keteraturan semesta dari berbagai hasil makanan dan ternak yang mereka peroleh, penyajian tersebut merupakan seremonial yang akhirnya dimakan pula oleh mereka karena sesajian tersebut sebagai mensucikan makanan dari dosa. Sehingga makanan tersebut telah bersatu dengan para dewa.

 

Setelah mengalami pembagian, bangsa Aria stepa dan Aria avesta, satu diantaranya mengalami kemajuan. sekitar 1500 SM. Bangsa Aria stepa menemukan tekhnologi modern, mereka mulai berdagang dan berjelajah kemudian belajar membuat senjata dari perunggu serta menjinakan kuda sebagai alat transportasi perdagangan. yang mesekipun kuda ini pada akhirnya sebagai alat penjarahan untuk menaklukan ekspansi wilayah. Kekerasan yang meningkat pada bangsa stepa yang belum terjadi sebelumnya.karena kebudayaan yang berubah dari kemajuan peradaban, maka yang diutamakan adalah kekuatan untuk mencapai kekuasaan. Mereka sepakat untuk membuang tuhan-tuhannya selain pada indra sebagai dewa perusak. Karena yang mereka butuhkan adalah untuk mencari kekuatan dan perluasan wilayah ke daereah-daerah lain.

Bangsa arya setepa  menjadikan dirinya lebih berkuasa. Pola suku yang dulu lebih arif beruban dengan pola kekutan yang lebih unggul, kepala suku mencari kemenangan dan kejayaan. Agama bangsa aria yang lama mengajarkan untuk saling memberi, pengorbanan diri, dan bersikap baik terhadap binatang. Kini seoroang pahlawan adalah si penyembelih sipembunuh, yang berkendra kuda-kuda perang dengan memakai prisai perang.

Lain halnya dengan angsa arya avesta, yang lebih tradisional, masih memegang kearifan dan kesederhanaan. Mereka membenci indra bahkan menentang para daeva yang menurutnya itulah yang menimbulkan kekacauan karena masing-masing merasa berkuasa. Untuk itu mereka lebih memilih tuhan sebagai pelindung yang diberi gelar Ahura (pengawal kedamaian). Sekitar tahun 1200-an mengklaim bahwa Ahura Mazda telah menyuruh salah seorang untuk memulihkan kektertiban kaum aria namanya adalah Zoroaster.

Zoroaster merupakan salah seorang yang mengalami pewahyuan, dia yakin baha dirinya telah diutus untuk mententramkan ternak-ternak yang selalu dijarah oleh bangsa stepa. Seringkali ia merenungkan diri berbagai ritual untuk menemukan jalan keruar dari masalah tersebut. Visi zoroaster membuat ia yakin bahwa tuan Mazda bukanlah sekedar salah satu Ahura yang hebat, tetapi  ia adalah Allah yang maha tinggi.  Mazda bukan lagi imanen jagat raya melainkan telah bersifat transenden. Ini merupakan suatu kepercayaan terhadap tuhan yang bersifat ghaib yang membuat bahwa Mazda adalah sang pencipta yang abadi dan bersifat suci.

Dalam ajarannya, zoroaster menyimpulkan bahwa terdapat Ahura yang memiliki sifat jahat selain dari Mazda yaitu ruh jahat (Angra Mainyu) ia mempunyai kekuatan setara tetapi berlawanan dengan tuan Mazda. Selama bebrapa generasi  arya yang menyembah indra telah merajalela menjadi para penjarah untuk ekpansi wilayah, dan bagi kaum zoroaster mereka bersama roh jahat yang harus diperangi demi memenagkan tuan Mazda.

Ketika beabad-abad kemudian zaman Aksial yang berada di avesta semuanya mencoba untuk menagkis kekejaman dan agresi di zaman mereka dengan memajukan spiritualitas berdasarkan anti kekerasan. Dia mencoba memasukan beberapa moralitas ke dalam otis keprajuritan yang baru, pahlawan sejati tidak meneror sesama makhluk, melainkan mencoba melawan agresi. Para prajurit suci setia kepada perdamaian.

Sementara sebagian bangsa Aria Stepa yang berbahasa sansekerta mulai bermigrasi ke selatan, mereka bepergian dalam kelompok-kelompok kecil melintasi afhganistan yang akhirnya menetap di tanah Punjab yang subur. Mereka menyebut negerinya dengan Saptha Shindu (negeri tujuh sungai). Sebagai bangsa nomaden dan penjarah ini yang akhirnya menjadi ciklal bakal Negara india dengan beragama hindu. Ada yang menjadi sumber pengetahuan mereka yang disebut sebagai weda (pengetahuan) dengan berupa tulisan yng berdialektik bahasa sansekerta.

Ketika bangsa Aria tiba ditanah Indus, sebetulnya disana terdapat penduduk yang sudah menetap terlebih dahulu, bahkan memiliki peradaban yang tinggi lebih besar dari pada mesir yaitu Harappa. Kebudayaan lembah Indus merupakan jaringan perdagangan yang cnggih dan kuat. Kultus agama yang menjadi penting ketika zaman Aksial yang berada di wilayah Indus, para arkeolog menemukan patung sosok Dewi Ibu dan seseorang yang tengah melakukan yoga, yang kemudian dipercayai sebagai dewa Syiwa.dalam hindu klasik, shiwa merupakan dewa para binatang dan ahli dalam yoga, tetapi dia bukan bangsa Aria dan tidak pernah disebutkan dalam weda sansekerta.

Tentu sekiranya mempengaruhi penduduk pribumi asli lembah hindus, para imigran Aria yang hidup nomaden, ada ketertarikan baginya melakukan yoga, karena merasakan adanya ketentraman dibanding dengan kehidupan yang liar menjarah ternak yang dijadikan sebagai ritual. Kepercayaan yang kuat bagi bangsa Aria atas dewa indra yang menjadi sumber kekuatan dirinya kini telah bercampur dengan kepercayaan yang berada dilembah hindus. Ketika mereka telah memapankan diri di Punjab, kultus varuna yang menjadi kepercayaan awal kini telah tergantikan oleh Indra  sebagai Tuhan Maha tinggi , dengan disimbilkan melalui patung dengan perutnya dengan penuh soma dan kecintaan terhadap peperangan.

Sebagai panutan bagi orang hindus, mereka menghormati para Rishi yaitu sang petapa, bahkan sebagian diantaranya membuat suatu syair-syair yang dijadikan petuah bagi penduduk yang kemud
ian dikenal dengan Rig Weda, yang didalamnya tercantum sebuah aturan hidup dan bagai mana membuat manusia menyatu dengan dimensi menuju Nirvana, kedatangan bangsa arya yang lambat laun menguasai daerah hindus terserbut pada akhirnya mengikuti sebagai mana yang dilakukan para Rishi karena kehidupan yang berada di rimba memungkinkan sering kali bertemu dengan para Rishi yang membuat bangsaarya sering kali melakukan bertapa.

Selama periode akhir, terjadi gelombang migrasi baru, sebagian bangsa Aria mulai mendesak semakin jauh kearah timur, menetap di Doab, antara sungai Yamuna dan Gangga. Wilayah ini menmjadi Arya Arta “negeri Aria” disinipun berkembang kerajaan-jerajaan kecil. Raja Kuru-Pancala yang menetap di batas barat laut dataran Gangga, dengan ibukotanya Hastinapura. Sementara klan yanava bermukin diwilayah Mathura, ke arah selatan. Tanah disini berbeda dengan Punjab. Hutan-hutan yang lebat serta ladang yang subur, tetapi untuk membangun kota-kota dan perkampungan  kecil bagi mereka, para perintis ini harus membakar pepohonan itu agar dapat membuka lahan baru setiap tahun selama musim dingin , kuru-pancala mengirim pendekar untuk menembus lebih jauh ke dalam hutan lebat, menundukkan penduduk local dan membuat pos baru sedikit lebih jauh kearah timur disbanding tahun sebelumnya, mereka menyerang peternakan kaum Shudra, mengepung ladang dan ternak mereka, dan kembali pulang sebelum musim hujan untuk menanami ladang mereka sendiri. Perlahan-lahan garis depan bangsa Aria merayap maju sebuah proses disiplin keras dan berkomitmen teguh yang menjadi proyeksi pendahuluan bagi penaklukan sisitematik ruang batin bangsa Aria selama zaman aksial.

Kaum Aria mengembangkan gagasan tentang Brahman,yaitu realita tertinggi, brahmana bukanlah nama dewa melainkan sebuah kekuatan penyatuan diri dengan alam semesta. Brahmana ini sereng dilakukan melalui meditasi.kemudian transendensi brahmana dapat dirasakan secara misterius yang menyatukan dengan seluruh kehidupan.

Kemudian pada abad 10 Sm. para Rishi tampil untuk mulai menciptakan theologi baru, mereka merasakan bahwasanya dewa yang terkesan lebih garang dan agresif bukannya untuk melindungi dan menciptakan kedamaian, dibentuklah sebagian ritme rig weda yang belakangan mencari sosok dewa yang pantas di sembah. Akhirnya dia memiliki penampakan tentang satu dewa pencipta yang muncul dari kekacauan asali, Brahman dalam versi manusia, namanya adalah Prajapati “yang segalanya” dia merupakan dewa yang bersifat imenen dan transenden yang dijadikan dewa segala dewa.

Selain peradaban bangsa Aria juga terdapat peradaban di dunia timur tepatnya di negeri cina. Dinasti shang yang memerintah dilembah sungai kuning sejak abad ke enam SM.mereka mengkalim bahwa dirinya merupakan putra-putra dewa yang menurut mitos seorang dewa yang mengirim se ekor burung hitam ke daratan luas cina. Burung itu bertelur, kemudian telurnya dimakan oleh seorang perempuan . dalam perjalanan waktu, perempuan ini melahirkan leluhur pertama monarki shang.  Dinasti ini menjadi dinasti yang terkuat dan terbesar meskipun shang tahu bahwa mereka bukanlah kerajaan pertama di china.

Dinasti shang terbentuk dari hasil rebutan kekuasaan dari raja terakhir dinasti Xia (2200-1600) hanya saja tidak ada bukti yang pasti dokumen tentang Xia ini karena tidak ditemukan artefak. Peradaban cina yang sudah maju mengalami sedikit rintangan pada musim-musim tertentu karena ketika musim hujan sungai kuning sering kali meluap dan membanjiri penduduk, kemudian musim panas sering terjadinya kekeringan dan kekurangan pangan dikarenakan sungai tersebut berubah menjadi lumpur rawa. Ini yang menjadi kesulitan bagi ,asyarakat cina pada umumnya

Seiring berjalannya waktu bermunculan pula kerajaan kecil yang menyertainya diantaranya dinasti yao, shun, atau yu. Wilayah mereka mencakup hingga lembah huai di tenggara, hingga shantung di timur, dari perluasaannya mereka bisa dirasakan sampai sejauh lembah wei di barat. Meskipun shang secara hirarki memiliki peringkat yang paling atas, tetapi pengruh dari kerajaan kecil ini lambat laun semakin meluas dan itu menjadi ancaman tersendiri bagi dinasti shang, kebiasaan yang buruk sering kali dilakukan oleh shang dengan menghambur-hamburkan kekayaan demi sebuah perayaan pesta yang seringkali merugikan bagi rakyatnya, karena barang yang talah sampai pada kerajaan tidak di bagikan kembali kepada rakyat melaikan untuk persembahan, selain itu sering terjadi pemborosan ketikan melakukan peribadatan sesembahan kepada raja-raja yang telah wafat dengan mengeluarkan ternak yang cukup banyak kemudian makanan yang banyak pula hanya sekedar sebagai sesajen. Melihat pola kehidupan raja akhirnya banyak rakyat yang memberontak. Belakangan Mozi, salah seorang filusuf zaman Aksial, yang mengecam raja shang sendiri membentuk satuan pemberontak untuk rajanya sendiri.

Pada 1045 raja wen dari zhou yang memeintah dilembah wei, menyerebu kerajaan shang Karena melihat kekuatan yang mulai rapuh atas kerejaan tersenut yang akhirnya pangeran shang tersebut dipenggal oleh zhaou sebagai saudara Wen dan kerajaan dialihkan kepada zhou.

Dinasti zhou yang dikenal oleh rakyatnya merupakan raja yang shaleh, tak berambisi memperoleh kekayaan untuk dirinya, beliau lebih bersahabat dengan rakyatnya sendiri, bahkan zhou sendiri memperkenalkan etika ideal kedalam sebuah agama yang sampai saat ini peduli soal moralitas. Pengorbanan ternak yang kemudian digantikan oleh sesuatu symbol dari kasih sayang dan keadilan.

Orang-orang cina tidak pernah melupakan tahun-tahun dinasti zhou, zaman Aksial mereka te;ah terilhamiakan seorang penguasa yang adil, yang pantas mendapatkan mandate dari langit.

Pada abad 12 SM mediternia terbelah dalam krisis yang menyapu kerajaan yunani, het, mesir serta tenggelamnya seluruh wilayah ke dalam zaman kegelapan. Hal ini di akibatkan oleh para peroimpak laut yang menjarah sepanjang levant (nama kuno mediternia yang sekarang terdiri atas Lebanon, palestina, sebagian suriah dan turki) yang kemudian dikenal dengan kebudayaan phonic.

Dua bangsa aksial yang muncul selama berlangsungnya zaman kegelapan. Peradaban Yunani baru muncul dari puing-puing micenea, dan perserikatan suku-suku yang disebut Israel muncul di dataran tinggi kanaan. Peran bangsa Israel disini sangat mempengaruhi didunia mesir karena pada umumnya mereka menguasai wilayah perekonomian, bercocok tanam serta peternak yang menghidupi siklus berjalannya beradaban masa itu.

Kebudayaan Israel awal tak dapat diketahui secara pasti namun disini terdapat sebuah gambaran dalam pembuatan alkitab. Itu menunjukan bahwa bangsa tersebut sudah terbentuk dalam tataran moral dan etika. Selama zaman aksial, sudah terdapat para sejarahwan, penyair, dan para nabi. Hokum yang mereka tetapkan berdasarkan pada bapak mereka yang disebut Ibrahim yang mejadi tetua bagi bangsa Israel.

Peran Israel di semenanung mesir sangat dihormati oleh firaun, tetapi pada akhirnya bangsa mesir memperbudakmereka dan bani Israel merana dalam perbudakan selama empat ratus tahun. Tuhan mereka Yahweh akhirnya menolong melalui moses untuk mengembalikan Israel ke posisi semula namun akibat dari perlawana kerajaan kemudian mereka bermigrasi melintasi lautan merah menuju palestina, dan disanalah menetap. Akan tetapi kebudayaan yang terbentuk pada masa itu tidak sesuai apa yang di harapkan Yahweh, mereka lebih memilih berupa tuhan yang bersifat material kemudian sesajian yang harus menjadi ritual dalam keagamaan. Dan tercatat dalam alkitab bahwa Yahweh telah menghukum bani Israel dari kelaparan serta penyakit yang menyertainya.[] Diskusi reguler The Great Transformation-Penulis: Karen Amstrong

*Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadits, Aktif di Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK)

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas