Kampusiana

Menyikapi Partai yang Mengatasnamakan Islam

Para narasumber yang tengah menyampaikan materi seputar politik Islam, dalam seminar yang diselenggarakan oleh DIM Siyasah, Selasa (4/5/2015). (Hasna Salma/ Magang)

Para narasumber yang tengah menyampaikan materi seputar politik Islam, dalam seminar yang diselenggarakan oleh DIM Siyasah, Selasa (4/5/2015). (Hasna Salma/ Magang)

SUAKAONLINE.COM— Saat ini peran partai politik tidak dapat dipisahkan dari sistem ketatanegaraan Indonesia. Terutama menyikapi partai-partai yang mengatasnamakan Islam. Pasalnya sekitar 85% masyarakat Indonesia beragama Islam.

Namun, merebaknya partai Islam tidak menjadikan politik Islam semakin maju, kebanyakan sistem politik Islam carut marut dan berantakan. Hal tersebut disampaikan oleh Umar Bakri, dalam seminar Nasional yang dilaksanakan oleh Dewan Imamah Mahasiswa (DIM) Siyasah, Senin (4/5/15). Menurutnya, meskipun mayoritas masyarakat beragama Islam, tetapi secara politik semakin tidak ideologis.

“Permasalahan yang terjadi di internal itu cukup banyak, diantaranya krisis identitas, cenderung bersifat pragmatis, dan tidak bisa mengakomodir aspirasi umat Islam,” ujar Umar.  Maka dari itu, Umar menambahkan banyak yang perlu dirubah dari sistem politik tersebut, agar kedepannya bisa menjadi lebih baik.

Pemateri lainnya yakni DPR Fraksi PKS, Dede Nur Hasan Zaidi mengatakan bahwa demokrasi oleh para ulama dijadikan sebagai sarana untuk menuju sebuah perubahan. Selain itu Islam juga harus memberikan kontribusi besar terhadap masa depan bangsa. “Jangan sampai Muslim di Indonesia hanya sebagai wacana dan  mayoritas saja dikalangan masyarakat. Tetapi juga harus memberikan kontribusi lebih,” tambah Dede.

Ketua pelaksana, Dea Arsyad mengungkapkan tujuan dari diselenggarakannya seminar tersbut ialah untuk menyadarkan mahasiswa, khususnya Siyasah supaya bisa mengorientasikan bahwa politik Islam itu perlu dikaji kembali, sehingga bisa dimodifikasi. “Sistem partai politik Islam bisa menjadi sebuah isi untuk kemajuan Indonesia itu sendiri,” pungkas Dea.

Reporter         : Hasna Salma/ Magang

Redaktur        : Isthiqonita

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas