Kampusiana

Mahmud Unggul dalam Pemilihan Rektor

Pemilihan Rektor

Seorang mahasiswa sedang mengabadikan hasil pemungutan suara pemilihan rektor periode 2015-2019 di ruang senat Al-Jamiah, Gedung Rektorat lantai 2, Rabu (6/5/2015). (Ridwan Alawi/Magang).

SUAKAONLINE.COM Dekan Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN SGD Bandung Mahmud unggul dalam pemungutan suara pemilihan calon rektor UIN SGD Bandung pada rapat senat di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat lantai 2, Rabu (6/5/2015).

Mahmud memperoleh 44 suara dari 59 suara. Sedangkan, Supiana yang menjabat sebagai Wakil Dekan I di FTK mengantongi 2 suara. Kemudian, calon rektor nomer urut 3 Endin Nasrudin memperoleh 13 suara.

Menurut ketua Senat Universitas UIN SGD Bandung Endang Sutari, ketiga calon rektor tersebut akan diserahkan pada Menteri Agama melalui rektor. Keunggulan Mahmud saat ini, tambah Endang, tidak secara otomatis membuatnya menjadi rektor terpilih.

“Pemilihan ini hanya sebagai bahan pertimbangan kepada menteri agama. Terpilihnya rektor sudah menjadi kewenangan Menteri Agama,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai rektor periode 1995-2003 itu saat ditemui Suaka usai pemilihan.

Sebelumnya, tiga calon rektor tersebut ditetapkan dari lima bakal calon yang mendaftar pada panitia. Dua nama lainnya adalah Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Asep Muhyidin dan Guru Besar bidang ilmu sosiologi agama pada Fakultas Usuluddin dan Humaniora IAIN Antasari Banjarmasin Mujiburrahman.

Para bakal calon yang dipilih menjadi calon rektor adalah mereka yang mampu memenuhi kualifikasi persyaratan yang sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) RI nomor 14 tahun 2014 dan Statuta UIN SGD Bandung.

“Melalui pleno panitia penyaringan dapatlah tiga, dari bakal calon menjadi calon. Kemudian tiga itu kita serahkan ke senat,” ujar ketua panitia seleksi calon rektor, Atang Abdul Hakim di Gedung Rektorat lantai 2, Selasa (5/5/2015).

Baca juga:  11.144 Peserta Mengikuti UM UIN Bandung

Pada rapat senat dan pemilihan calon rektor dilakukan pemaparan visi misi dan pengembangan misi universitas. “Baru yang formalnya ada pemungutan suara dan terakhir penetapan,” pungkas Endang Soetari.

Reporter : Ridwan Alawi/Magang

Redaktur : Robby Darmawan

10 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas