Kampusiana

Aksi Demo Warnai Pemilihan Rektor

Pemilihan Rektor

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Demokrasi Kampus (FDK) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengadakan aksi menuntut transparansi pemilihan rektor UIN SGD Bandung di depan Gedung Rektorat, Rabu (6/5/2015). (Ridwan Alawi/Magang).

SUAKAONLINE.COM – Aksi dari puluhan mahasiswa tergabung dalam Forum Demokrasi Kampus (FDK) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mewarnai jalannya pemilihan rektor UIN SGD Bandung. Aksi tersebut dilaksanakan tepat di depan gedung Rektorat UIN SGD Bandung, Rabu (6/5/2015).

Menurut koordinator lapangan Ibnu Mahbub, mereka mencurigai ada yang ditutup-tutupi pihak rektorat dengan tidak adanya sosialisasi pemilihan rektor baru. Meskipun hal tersebut sudah diatur dalam Surat Keputusan (SK), namun lanjut Ibnu komponen utama di universitas adalah mahasiswa, maka mahasiswa pun harus mengetahui.

“Saya rasa pemilihan rektor ini tidak transparan. Harusnya mahasiswa dilibatkan. Bagaimana di situ kita duduk bareng, kemudian membicarakan gagasan bagaimana pemimpin baru mampu mengawal kedepannya,” ujar pria yang menjabat sebagai ketua Komisariat PMII kota Bandung tersebut, Rabu (6/5/2015). FDK memandang bahwa pelaksanaan pemilihan rektor tersebut tidak sistematis.

Kurangnya sosialisasi mengenai pemilihan rektor pun dikeluhkan oleh mahasiswa. Salah satu mahasiswa, Herni menilai bahwa seharusnya para birokrat kampus dapat mendengar aspirasi-aspirasi mahasiswa. Karena menurutnya mahasiswa adalah tombak yang paling utama.

“Saya malah baru tahu ada pemilihan rektor. Kenapa harus dirahasiakan, seharusnya dalam hal ini saya kira bagaimana kampus yang berdemokrasi itu ditegakkan. Dan seharusnya para birokrat, lebih mendengar aspirasi kita bukan malah mengabaikan,” ujarnya, Rabu (6/5/2015).

Kepala Hubungan Masyarakat UIN SGD Bandung, Saepudin tidak memberikan banyak komentarnya terhadap aksi yang dilakukan mahasiswa. Ia menilai aksi tersebut merupakan hal yang wajar dilakukan mahasiswa, namun dirinya menghimbau jangan sampai terjadi anarkisme atau tindakan-tindakan mahasiswa yang di luar batas.

Baca juga:  Polemik Pembayaran UKT Angkatan 2014

“Saya tidak dapat berkomentar banyak tentang hal ini. Yang penting saya dapat terus mengawasi aksi yang dilakukan mahasiswa. Tadi katanya mahasiswa mau berorasi di depan rektor, saya hanya memfasilitasi,” ungkapnya, Rabu (6/5/2015).

Reporter : Siti Rosidah/Magang

Redaktur : Robby Darmawan

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas