Kampusiana

Inilah Lima Prioritas Mahmud untuk UIN Bandung

Mahmud

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Mahmud sedang menyampaikan visi dan misi pada konferensi pers usai pemilihan rektor UIN SGD Bandung di ruang FTK, Rabu (6/5/2015). Mahmud unggul dalam pemilihan tersebut dengan memperoleh 44 suara dari 59 suara. (Ridwan Alawi/Magang).

SUAKAONLINE.COM Setelah dinyatakan unggul pada pemilihan rektor UIN SGD Bandung periode 2015-2019, Mahmud memaparkan penjelasan mengenai isi dari visi dan misinya. Dalam visinya, Mahmud ingin menjadikan UIN SGD Bandung sebagai universitas yang unggul dalam inovasi dengan pondasi mutu berbasis akhlak karimah.

“Kita kepengen bersih lahir batin, kuat tridarma perguruan tingginya, tapi juga akhlaknya mulia, yang disebut dengan akhlakul karimah. Ini yang menjadi obsesi kita ke depan,” ujar Mahmud, Rabu (6/5/2015).

Mahmud memiliki lima poin prioritas untuk mewujudkan visinya tersebut. Diantaranya, pertama, akhlak mulia sebagai azas kegiatan akademik. ”Tentunya karena ini kampus islam, akhlak menjadi sangat penting yang harus dimiliki semua mahasiswa UIN,” papar pria asal Bekasi ini.

Kualitas akademik berdasarkan standar nasional perguruan tinggi, menjadi poin kedua. Ketiga, lulusan yang kompeten, sehat dan kuat, baik soft skill dan hard skill sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), berdaya saing di level nasional dan ASEAN, dan memperkuat inovasi ilmu-ilmu keislaman sebagai dasar integrasi ilmu yang mengimplementasikan wahyu memandu ilmu.

”Kami ingin bersaing dengan asian paling tidak, bahkan paling jauhnya kita ingin bersaing secara internasional, karena itu hal-hal yang terkait dengan itu kita akan kuatkan,” kata pria kelahiran 10 April 1962 tersebut.

Dengan motto Ngahiji Kahiji (menyatu untuk menjadi satu, Red-), Mahmud ingin seluruh sivitas akademika UIN SGD Bandung memiliki kesatuan dengan berlandaskan kompetensi, proporsi, prestasi dan moral.

Baca juga:  Direnovasi, Aula Anwar Musaddad Tak Dipakai Selama Tiga Bulan

“Kita ngahiji untuk kahiji didasari dengan cinta bukan yang jelek. Bukan kebencian apalagi cacian. Sebab, jika didasari cinta maka akan melahirkan pengikut-pengikut yang dicintai tapi kalau dibangun dari kebencian maka akan lahir kebencian-kebencian dari pengikut,” ungkapnya.

Mahmud juga akan memperbaiki peran Humas di UIN SGD Bandung, yang menurutnya kurang bekerja secara maksimal. “Di universitas lain itu yang namanya Humas, itu seorang doktor ahli komunikasi dan PR betul, sehingga Ia bukan hanya menjaga hal-hal yang lemah pada kita, yang bagus pada kita dijual bisa keluar. Saya yakin di UIN Bandung banyak yang bagusnya ketimbang yang jeleknya,” terang Mahmud.

Terakhir, Mahmud mengajak seluruh sivitas akademika UIN SGD Bandung bekerjasama untuk menjadi kampus yang unggul, “Saya minta pada teman-teman beri dukungan kita untuk bangun UIN Bandung ini menjadi kampus yang unggul,” pungkasnya.

Reporter : Ridwan Alawi/Magang

Redaktur : Robby Darmawan

9 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas