Terkini

AMK Tuntut Rektorat untuk Peduli Lingkungan

[Suakaonline]-Sekitar 20 orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kampus (AMK) menggelar aksi damai tentang pembangunan kampus yang telah menebang 172 dari 235 pohon di depan Auditorium Utama UIN SGD Bandung, Senin (14/11) siang.

Midun, mahasiswa yang ikut tergabung dalam aksi tersebut mengungkapkan tuntutannya. “Kami dari Aliansi Masyarakat Kampus. Yang udah ditebang itu udah nyampe 172 dari 235 pohon. Rektorat dituntut untuk kembali menanam dalam jumlah pohon yang sama atau lebih. Untuk pohon rindang dibelakang juga sama sepertinya akan ditebang. Kalau tuntutan tersebut tidak diharaukan, kita bakal mengajukan ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Midun.

Midun juga meminta kepada rektorat agar lebih peduli lingkungan khususnya dalam ruang lingkup kampus. “Kita menuntut rektorat supaya lebih peduli lingkungan, jangan seenaknya!” Ungkapnya.

Sembari membawa poster bertuliskan “Pembangunan untuk Kehidupan, Bukan untuk Kematian; Selamatkan Pohon untuk Ekologi Kampus; Setplan yang Cacat Prosedur, Pidanakan Rektor!”. Dalam tuntutannya mereka meminta kepada pihak Rektorat pohon yang telah ditebang harus diganti dengan pohon yang sama dan meminta pohon yang belum ditebang jangan ikut ditebang karena membuat kampus gersang.

Yoga, Koordinator aksi tersebut menjelaskan pada dasarnya keberadaannya tersebut bukan untuk menghambat pembangunan kampus. “Justru karena ketidakjelasan pihak Rektorat yang juga cacat prosedur, menebang pohon tanpa AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) dan UKL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup) tersebut akan memperhambat pembangunan,” paparnya.

Yoga menambahkan pula tentang beberapa tuntutannya dalam aksi tersebut. “Ini aksi pertama. Tapi sudah menjadi isu lingkungan dan Bandung. Pertama, Pohon yang telah ditebang oleh pihak Rektorat harus diganti dengan pohon yang sama. Kedua, Pohon yang belum ditebang tidak boleh ikut ditebang karena akan membuat kampus gersang dan terkesan kumuh,” ungkapnya.

Aksi tersebut berlangsung dengan tidak mendapatkan pengawalan dari pihak satuan keamanan kampus. Hingga berakhirnya aksi, pejabat kampus tak kunjung menemui mereka. Berhubung para pejabat tidak hadir, Iman menuturkan bahwa ia bersama teman lainnya akan menggelar aksi serupa. “Karena tidak ada tanggapan dari pihak kampus rencananya kami besok akan menggelar aksi serupa ke pemerintahan Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat tentang penebangan pohon yang telah melanggar aturan,” keluhnya.

Anin Sulaskin, mahasiswa Ilmu Komunikasi mengemukakan pendapat serupa akan kekecewaan kepada pihak kampus. “Sangat menyedihkan penebangan ini terjadi di kampus kita, yang notabenenya Islam. Saya bukan tidak mendukung pembangunan. Tapi harusnya kampus jangan ceroboh. Menumbangkan pohon seenaknya tanpa prosedur yang baik, kacida biadabnya. Seperti yang pernah terjadi di UI saat melakukan renovasi bangunan, pohon tidak banyak ditebang, pohon berumur tua dilindungi dan tidak ditebang,” kata Anin. [] Fajar Fauzan/SUAKA-Ibnu Ghifarie/uinsgd.ac.id

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas