Terkini

DPR is Numero Uno

[Suakaonline]-Setelah jam perkuliahan selesai, kebiasaan mayoritas mahasiswa itu berkumpul  bersama teman-teman. Tempat nongkrong mereka biasanya kantin, pojok gedung perkuliahan, warung kopi, warung nasi, wall climbing, poliklinik ataupun dibawah pohon rindang. Seperti yang dilakukan para mahasiswa UIN Bandung.

Jika kita berkunjung ke kampus ini, kita akan menemukan segerombolan mahasiswa yang sedang nongkrong ditempat-tempat tersebut. Namun tempat nongkrong paling favorit pilihan mahasiswa adalah dibawah pohon rindang, yang berada tepat disamping gedung fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Aktivitas mahasiswa yang nongkrong diarea tersebut biasanya berdiskusi, ngobrol, minum kopi, merokok atau pun sambil menikmati santap siang. Hal ini karena ada beberapa pedagang makanan disana.

Menurut Naufal, tempat nongkrong paling nyaman itu dibawah wall climbing dan poliklinik. “Paling asik nongkrong itu dibawah tempat panjat dinding atau dipoliklnik, beuuhh, mantep deh kalau lagi ngantuk! Kita disana paling ngobrol-ngobrol, minum kopi sambil ngisep rokok ditambah cemilan keripik pedas sama pisang caramel, wah nikmatlah,” ujar mahasiswa jurusan Hubungan Masyarakat ini kepada kru SUAKA.

Lain hal yang diutarakan oleh Bukbis. Menurut mahasiswa jurusan Jurnalistik semester V ini area nongkrong yang menyenangkan itu dibawah pohon rindang atau yang biasa disingkat DPR. “Tempat nongkrong saya biasanya di DPR, paling asyik disana sambil ngopi, baca dan ngobrol” Tuturnya.

Hal ini sama dengan yang diungkapkan Tian, mahasiswa jurusan Aqidah Filsafat yang mengakui DPR merupakan tempat nongkrong paling seru. “Enak nongkrong mah di DPR sembari ngopi dan nganjuk gorengan ka si eteh,” ungkapnya.

Namun tidak hanya itu saja, ternyata didepan KOPMA (koperasi mahasiswa) pun menjadi tempat nongkrong favorite. “Selain DPR saya juga suka nongkrong didepan KOPMA, sekedar diskusi, curhat dan ngegosip,” paparnya.

Sayangnya, tempat mahasiswa nongkrong itu sekarang sudah tidak ada lagi akibat dari pembangunan yang sedang dilaksanakan terutama DPR. Beberapa rantingnya akan ditebang dan dan sudah tidak layak lagi untuk dijadikan tempat berkumpul karena sekarang dibawahnya sudah ditumpuki kayu-kayu untuk pembangunan. “DPR sekarang udah ga enakeun, berisik, berdebu pokonya ga enakeunlah,” tambah Bukbis. [] Nirra/SUAKA

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas