Lintas Kampus

Ekonomi Terpuruk, BEM se-Bandung Demo Tuntut Kinerja Jokowi

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM Bandung untuk Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Bandung, Senin (14/9/2015). Mereka menuntuk kebijakan-kebijakan pemerintah Jokowi-JK yang dianggap tidak berpihak terhadap rakyat kecil. (Adi Permana/Suaka)

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM Bandung untuk Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Bandung, Senin (14/9/2015). Mereka menuntuk kebijakan-kebijakan pemerintah Jokowi-JK yang dianggap tidak berpihak terhadap rakyat kecil. (Adi Permana/Suaka)

SUAKAONLINE.COM,Bandung – Lebih dari seratus mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM Bandung Untuk Indonesia, menggelar aksi demonstrasi menuntut kinerja pemerintahan Jokowi-JK di Gedung Sate, Bandung, Senin (14/9/2015).

Mereka menilai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah saat ini tidak adil terhadap rakyat kecil dan justru menyengsarakan rakyat. Imbasnya sejumlah komoditas menjadi mengalami kenaikan harga.

Dari pantaun Suaka, para demonstran memulai aksinya sekitar pukul 11.30, setelah melakukan longmarch terlebih dahulu di sekitar Gedung Sate. Adapun para demonstran tersebut terdiri BEM Universitas Islam Bandung, BEM Universitas Telkom, BEM Univeritas Pasundan, BEM Univeritas Padjadjaran dan BEM Poltekes Kemenkeas Bandung.

Sejumlah tuntutan dilayangkan, di antaranya, menuntut terhadap pemerintah untuk menstabilkan harga pangan, memperkuat nilai tukar rupiah, lingungi para pekerja dari PHK dan tindak tegas semua pelaku pengrusakan lingkungan.

Dalam orasinya, Presiden Mahasiswa Telkom University Aidil A. Pananrang mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada September 2015, menunjukkan berbagai komoditas pangan mengalami kenaikan harga. Seperti cabai, ayam, daging sapi, dan lain-lain.

“Ketika harga-harga pangan telah melambung tinggi, rakyat pun menjadi tercekik,” ucapnya kepada demonstran yang lain. Ia menambahkan akibat hal itu ratusan perusahaan, industri dan pabrik harus gulung tikar. Ribuan buruh pun terpaksa harus diputus hubungan kerjanya.

“Rupiah kini kian melemah, hingga menembus angka Rp 14.300 per Dollar. Ini merupakan pelemahan rupiah yang terburuk dalam catatan sejarah semenjak era reformasi,” tambah Aidil.

Aidil mengatakan, pemerintah juga dituntut tegas ihwal persoalan lingkungan. Sebagai contoh, katanya, kasus kebakaran hutan di Riau yang menyebabkan kabut asap oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Hal ini butuh ketegasan dari pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu Presiden Mahasiswa Universitas Islam Bandung, Fadli Mutakin mengatakan pemerintahan Jokowi dianggap gagal menjalankan pemerintahannya. Ia berencana akan melakukan aksi lanjutan dengan masa yang lebih besar lagi sampai tuntutan mereka terpenuhi.

“Ini hanya awalan untuk kita membuka mata, mengajak masyarakat Kota Bandung bahwa pemerintahan sekarang gagal untuk memberikan rasa keadilan dan juga kesejahteraan terhadap rakyatnya,” ujar Fadli.

Aksi tersebut berlangsung damai, namun sempat membuat kemacetan karena para demonstran memblokade jalan di depan Gedung Sate. Sejumlah Polisi pun ikut terjun mengawal aksi tersebut.

Reporter           : Adi Permana

Redaktur          : Isthiqonita

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas