Kampusiana

Wirausahawan Muda, Bermula dari Keyakinan untuk Sukses

Pemuda berusia dua puluh tahun itu adalah alumni jurusan Muamalah angkatan 2006 UIN SGD Bandung. Gelar S.Sy (red-Sarjana Syariah) yang resmi disandangnya pada Maret 2011 lalu ini, menjadi bukti keseriusannya dalam menyelesaikan studi akademik di jenjang S1.

Adalah Indra Permana. Anak ketiga dari lima bersaudara ini adalah seorang pengusaha daur ulang limbah kapas dan jamur merang (jamur kancing) di Cicalengka, Kabupaten Bandung. Usaha pengolahan daur ulang limbah kapas ini sudah ia jalankan semenjak ia masih kuliah semester VII. Hanya saja usaha ini lebih fokus dijalankan setelah ia lulus kuliah.

Limbah kapas ini dibelinya dari pabrik-pabrik tekstil di sekitarnya, kemudian didaur ulang dengan cara  digiling kembali sampai akhirnya menjadi benang. Kemudian benang-benang itu nantinya akan dijual kembali ke pabrik dan begitu seterusnya.

Sedangkan untuk usaha jamur merangnya ia memanfaatkan sisa limbah kapas yang sudah tidak terpakai dari proses daur ulang limbah kapas menjadi benang. “Sebenarnya usaha ini yang saya jalankan itu pendaur ulangan limbah kapas menjadi benang, tapi ternyata sisa limbah kapas yang tidak terpakai itu masih bisa dimanfaatkan juga. Jadi yah dijalanin aja dua-duanya,” ungkapnya ringan (5/11).

Kedua usaha yang sudah digelutinya dari setahun lalu ini,  sudah mencapai omset yang cukup besar untuk tataran pemula dengan 26 juta/bulan dengan jumlah karyawan 10 orang. Pemuda ini juga mengungkapkan  alasannya membuka usaha jamur merang, “alasan membuka usaha ini pertama bisa memanfaatkan limbah industri, kedua harga jamur itu mahal karena pesaingnya masih sedikit terutama di Kabupaten Bandung, terakhir orang jarang tahu ilmu menanam jamur ini,” tutur Indra.

Proses penanaman jamur merang ini diakuinya tidak banyak orang yang tahu, untuk mendapatkan  ilmunya saja ia harus mengikuti seminar di Karawang dengan biaya yang tidak murah. Namun hal ini bukan menjadi masalah berarti bagi pemuda yang mempunyai motto hidup “yakin sukses” ini.

Sosok yang low profile ini membangun usahanya dengan modal awal  yang tidak terbilang besar. Selain modal sendiri, usahanya pun mendapat asupan dana dari investor dengan pembagian keuntungan yang menggunakan sistem bagi hasil secara mudharabah (red- sitem kerjasama bagi hasil untung/rugi dengan presentase keuntungan yang disepakati oleh pihak yang bersangkutan), dengan presentase 70% untuk pengelola usaha dan 30% untuk investor. Baginya yang terpenting adalah niat, kemauan dan keyakinan yang kuat, itulah yang membuat kesuksesan  bisa berada di tangan siapa saja.[] Tri/SUAKA

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas