Kampusiana

Terpilih Lagi Jadi Dekan Psikologi, Ini Prioritas Adang Hambali

Fakultas Psikologi

Dekan Fakultas Psikologi, Adang Hambali. (SUAKA/Ibnu Fauzi).

SUAKAONLINE.COM — Adang Hambali terpilih kembali menjadi Dekan Fakultas Psikologi pada kepemimpinan Rektor baru UIN SGD Bandung, Mahmud. Adang mengungkapkan ini adalah kesempatan bagi dia untuk menyelesaikan program kerja yang dirasa belum rampung.

Salah satu pekerjaan rumah yang sedang ia selesaikan adalah akreditasi. Saat ini, Fakultas Psikologi baru mendapatkan nilai akreditasi C. Untuk mendapatkan  nilai akreditasi yang lebih baik, kata Adang pihaknya saat ini sedang berbenah.  “Akreditasinya saat ini C. Insya Allah tahun ini sedang diajukan,” ungkapnya saat ditemui Suaka di ruang kerjanya, Rabu (16/9/2015).

Menurut Adang, saat ini dirinya berusaha untuk menjadikan Psikologi menjadi fakultas yang terkemuka, unggul dan kompetitif dalam menerapkan dan mengimplementasikan psikologi berdasarkan nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.

Pria yang berkaca mata itu menilai pada masa kepemimpinannya, ia mencoba menerapkan nilai norma dan moral. Menurutnya, mahasiswa harus berakhlakul karimah, sebab, lanjut dia, akhlak  merupakan kunci dalam mendapatkan ilmu. Selanjutnya, mahasiswa tidak boleh merokok di dalam lingkungan Fakultas Psikologi.

Ia berharap agar mahasiswa mengikuti aturan yang telah ditetapkan dan dalam mengikuti perkuliahan harus benar-benar memanfaatkan perpustakaan yang sudah disediakan. “Buku yang dianjurkan dosen insya Allah sudah ada diperpustakan,” pungkasnya.

Salah satu mahasiswa Fakultas Psikologi, Yogi Destriyono mengapresiasi kinerja Adang Hambali selama menjabat Dekan. Hal tersebut dibuktikan dengan melakukan kerjasama dengan pemerintah. “Salah satunya terakhir pas ketika seminar Psikologi Sunda di Hotel daerah Jatinangor mengadakan kerja sama dengan pemerintah terkait penelitian di daerah kabupaten karawang,” ujarnya, Rabu (16/9/2015).

Yogi berharap agar Adang dapat melibatkan mahasiswa terkait kebijakan-kebijakan yang akan diambilnya. “Lebih bisa go public sih, kurang dekat dengan mahasiswa, jadi sering-sering dekat dengan mahasiswa gitu,” harapnya.

Baca juga:  Dua Dosen UIN Bandung Menjadi Peneliti Terbaik di BCRR 2019

Reporter : Ibnu Fauzi

Redaktur : Robby Darmawan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas