Kampusiana

Mahasiswa Asal Patani Berkurban Dua Ekor Domba

Dua orang mahasiswa asal Patani sedang memasak bumbu yang akan dijadikan gulai untuk santapan makan malam bersama, kamis (24/9/2015). Tahun ini mahasiswa asal Patani berkurban dua ekor domba. (Restia A J/ Suaka)

Dua orang mahasiswa asal Patani sedang memasak bumbu yang akan dijadikan gulai untuk santapan makan malam bersama, kamis (24/9/2015). Tahun ini mahasiswa asal Patani berkurban dua ekor domba. (Restia A J/ Suaka)

SUAKAONLINE.COM,– Persatuan Mahasiswa Islam Patani Thailand di Indonesia (PMIPTI) yang berdomisili di Bandung tahun ini kembali menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Kali ini mereka menyembeli dua ekor domba untuk dikurbankan.

Ditemui di sekretariatnya di kawan Cipadung, salah satu mahasiswa asal Patani, Anshar Anshari mengatakan bahwa kegiatan kurban tersebut telah berlangsung sejak Tahun 1972. Mahasiswa asal Patani yang turut berkontribusi tidak hanya berasal dari UIN SGD Bandung, namun juga Uninus, Unisba, dan kampus lainnya.

Anshar menambahkan bahwa kebanyakkan dari orangtua mahasiswa asal Patani saling kenal dan berteman. Mereka sama-sama mengumpulkan uang untuk anaknya supaya dapat melaksanakan kurban di sini.

“Memang begitu di Patani, kami memiliki satu tujuan dan memiliki solidaritas yang kuat. Jadi, lewat berkurban inilah kami berbagi, tidak ada yang tidak ikut dan tidak dapat bagian. Meski cuma satu orang yang berkurban, semuanya terlibat,” papar mahasiswa semester 5 jurusan Pengembanga Masyarakat Islam (PMI) tersebut, Kamis (24/9/2015).

Sama halnya dengan Anshar, mahasiswa Ahwalul Syasyiah, Rosilan juga mengatakan bahwa mahasiswa Patani melaksanakan kurban untuk menunaikan Ibadah dan untuk menjaga budaya Patani itu sendiri.

“Maknanya kami mengadakan kurban ini untuk memperkuat persatuan antar mahasiswa  Patani di Bandung. Dari mana saja, kita bisa membantu, termasuk berkurban. Selanjutnya, saling mengakrabkan bersama lewat adanya kurban ini,” ujar Rosilan saat ditemui Suaka.

Reporter      : Restia Aidila Joneva

Redaktur      : Isthiqonita

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas