Lintas Kampus

Kiat Menulis Sepak Bola ala Zen R.S.

Genetitas

Pendiri panditfootball.com Zen Rahmat Sugito saat mengisi seminar “Sepak Bola dalam Cerita” yang diselenggarakan oleh LPPM Djatinangor Universitas Padjajaran di Bale Santika, Rabu (30/9/2015). (SUAKA/Robby Darmawan).

SUAKAONLINE.COM, Bandung—Penulis artikel dan berita seputar sepak bola Zen Rahmat Sugito, berbagi pengalamannya dalam melakukan analisis dan penulisan sepak bola. Zen yang juga merupakan salah seorang pendiri situs penyedia analisis sepak bola Pandit Football mengungkapkan kiat-kiat menulis tentang sepak bola yang baik dan benar.

Langkah awal bagi seseorang yang ingin menulis sepak bola, menurut Zen, adalah mengetahui aturan main sepenuhnya dalam sepak bola. Dengan begitu, maka penulis akan bersifat objektif pada situasi di dalam dan luar lapangan yang hendak ditulis. “Rule of game harus benar-benar dipahami oleh penulis. Kalau tidak, akan beresiko pada lahirnya tulisan yang tidak tajam karena minim analisis,” kata Zen, Rabu (30/9/2015).

Penulis yang tidak memahami aturan main dalam sepak bola juga dikhawatirkan oleh Zen akan tersesat dalam berbagai spekulasi yang beredar. Karena penulis yang kurang analisis akan mudah terbawa rumor yang belum tentu benar adanya. “Kalau sudah paham aturan mainnya, tidak usah pusingkan lagi soal teori konspirasi dan semacamnya yang bisa saja menyesatkan,” papar Zen yang juga aktif menulis tentang sepak bola di bermacam surat kabar.

Zen menekankan, bahwa dengan maraknya football writing saat ini, membuka peluang bagi siapapun yang ingin menganalisis seputar sepak bola dengan berbagai disiplin ilmu yang ada. “Sekarang kita bisa mengulas sepak bola dari berbagai sudut. Bisa dari hukum, politik, ekonomi, sastra dan sebagainya,” ucapnya. Zen juga menambahkan, kajian sepak bola dengan berbagai disiplin ilmu tersebut hanya akan optimal jika penulis menguasai tentang sepak bola dan ilmu yang dipakai sebagai pisau analisisnya.

Baca juga:  Menulis sebagai Jalan Mengawal Realita Sosial

Kelemahan yang ada saat ini pada para penulis sepak bola menurut Zen adalah kurangnya referensi untuk menganalisis secara tajam komprehensif . “Penulis harus lebih banyak menulis dan membaca, dengan itu maka referensi tulisan dan pembendaharaan kata penulis akan kaya.”

Zen R.S. memaparkan tentang pengalaman menulisnya seputar sepak bola pada acara Genetitas 2015 yang bertema “Sepak Bola dalam Cerita”. Acara tersebut merupakan puncak dari rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Pers Mahasiswa Djatinangor Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran yang ke-18.

Zen berpesan kepada siapapun yang ingin menulis tentang sepak bola, bahwa meningkatkan kualitas dengan cara berlatih terus menerus adalah sebuah kewajiban. “Tidak ada rumus instan dalam menulis sepak bola. Teruslah menulis, seperti kata Seno Gumira Ajidarma, ‘Menulislah seratus kali, karena pasti akan ada yang bagus di salah satunya’. Semoga berhasil!” Pekik Zen sesaat sebelum meninggalkan Bale Santika Universitas Padjajaran.

Reporter : Adam Rahadian Ashari

Redaktur : Robby Darmawan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas