Kampusiana

Kembali Terpilih Menjadi Dekan, Tekad Rosihon Unggulkan Ushulludin

Rosihon Anwar

Dekan Fakultas Ushulludin, Rosihon Anwar saat di temui Suaka di ruangannya, Selasa (29/9/2015). (SUAKA/Ima Khotimah).

SUAKAONLINE.COM—Rosihon Anwar terpilih kembali menjadi Dekan Fakultas Ushulludin untuk lima tahun mendatang. Salah satu program baru yang diusungnya adalah memperkenalkan kemampuan dosen, mahasiswa, serta produk-produk Ushulludin lebih luas kepada masyarakat, selebihnya penguatan-penguatan yang sudah ada di periode pertama akan diperkuat kembali.

“Target periode kemarin kan membenahi mulai dari jumlah mahasiswa di idealkan, dispilin dosen dan sarana prasarana, itu semua insyallah sudah terpenuhi, tinggal kita fokus untuk program kerja baru ini,” ungkapnya saat di temui Suaka di ruangannya, Selasa (29/9/2015).

Dengan visi “Menjadikan Ushulludin sebagai pusat kajian ilmu-ilmu ke Ushulludinan”, Rosihon mengaku telah mempersiapkan kerjasama dengan instansi luar yang bertujuan untuk mengangkat potensi warga Ushulludin, salah satu diantaranya dengan kementerian agama, Pemerintah daerah, serta dengan lembaga-lembaga pemerintah yang lain akan dicanangkan.

Pria yang hobi menulis ini mengungkapkan ada program kerja yang belum terealisasi pada periode kepemimpinan sebelumnya. Salah satunya penguatan bahasa asing di dalam Fakultas Ushulludin. “Untuk Penguatan Bahasa Asing akan terus di perjuangkan baik dosen maupun mahasiswa, program kerja yang belum terealisasi ini akan dilanjutkan pada periode sekarang dan  kinerja  harus di perbaiki tahun lalu akan  diperbaiki seperti  kekompakan dan lebih disiplin lagi,” jelasnya dengan semangat.

Rosihon menceritakan karirnya di UIN SGD Bandung bermula sebagai sekretaris jurusan tafsir hadist tahun 1997. Pria asli kuningan itu kemudian dipercaya sebagai ketua laboratorium, wakil dekan I, hingga sekarang menjadi Dekan Fakultas Ushulludin sampai saat ini.

Dari pengalamannya tersebut Rosihon bertekad ingin menunjukan bahwa Ushulludin bisa ikut unggul dengan fakultas yang lain walaupun kadang tidak luput dari kendala. Rosihon pun telah mempersiapkan strategi khusus untuk  menaggulangi kendala tersebut diantaranya  memenej dan mengkonsultasikan dengan rekan-rekan kerja.

Alumni prodi Tafsir Hadist ini pun berharap, Ushulludin sebagai induk dari ilmu-ilmu dan bisa mengimpletasikannya dalam tataran praksis, dan bisa terkenal di masyarakat serta bisa mempersiapkan mahasiswa untuk terjun ke masyarakat, “saya berhaapkan nanti kedepan dosen-dosen Ushulludin itu responsive terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat supaya kemampuan mereka terlihat,” tutur Rosihon.

Reporter : Ima Khotimah

Redaktur : Robby Darmawan

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas