Cerpen

Kampusku

Terik matahari menyelimuti bumi

Langkahku menuju kampus yang sudah lama tak kusinggahi

Pemandangan tak indah kini di pelupuk mataku

Pemandangan tak indah kini di depan mataku

Jalan beraspal kini jadi jalan berlumpur

Semilir angin yang menggerakan dedaunan

Dikampus itu telah tiada

Kini angin itu hanya menggerakkan udara kotor

Yang mengusik hidung dan mata kami

 

Hujan turun membasahi bumi

Tetesan air langit itu membasahi kampusku

Membuat kami enggan memasukinya

Tak ada lagi jalan yang bersih dari tanah – tanah yang becek

Hati, jiwa, raga kami enggan memasuki kampus itu

Tak ada lagi jalan yang bersih menuju kampusku

Kampusku yang dulu penuh dengan pohon – pohon rindang

Kini telah tiada

Meskipun rindangnya kampusku tak serindang kampus yang lain

Kini aku tak mengenal kampusku

____

Arina M Husna, mahasiswi Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas