Terkini

Penghapusan Pelajaran Bahasa Inggris, Mahasiswa PBI Dihimbau Untuk Tidak Takut

[Suakaonline]-Wacana penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris dari kurikulum Sekolah Dasar (SD) pada tahun ajaran 2013/2014 dinilai tidak akan memberikan dampak yang signifikan bagi mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI).

Seperti yang diungkapkan oleh Dian Ekawati, dosen jurusan PBI UIN SGD Bandung yang menilai wacana tersebut hanya memberikan dampak yang kecil bagi para calon guru Bahasa Inggris dari jurusan PBI.

“Kalau imbasnya untuk mahasiswa Bahasa Inggris sendiri sepertinya tidak terlalu, karena kan dari jurusan Bahasa Inggris itu S1, kalau S1 memang bukan untuk mengajar di SD, tetapi di SMP dan SMA. Kalau yang di SD itu adalah jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Jadi ada dampaknya sedikit tapi tidak terlau signifikan. Untuk mahasiswa jurusan PBI jangan ketakutan dengan adanya wacana ini,” ujarnya saat diwawancara, Rabu (01/11) pagi tadi.

Dian juga mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada guru Bahasa Inggris SD, sebab bahasa inggris SD bukanlah bidang studi melainkan muatan lokal.

“Mungkin kalau sekarang kan banyak menjadi guru untuk muatan lokal, kalau misalnya itu dihilangkan bisa jadi masuknya ke ekstrakulikuler,  asal sekolahnya saja kreatif. Untuk ekstrakulikuler itu semua kan otonomi sekolah,” tambahnya.

Menteri Harus Berpikir Lagi

Meskipun tidak memberikan dampak  yang besar bagi para calon guru dari jurusan PBI, Dian tetap tidak setuju dengan adanya wacana penghapusan mata pelajaran Bahasa Inggris tersebut.

Di mata Dian, mata pelajaran Bahasa Inggris SD itu merupakan muatan lokal dan sebagai pengenalan dasar kepada anak sebelum masuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kalau menurut saya, Menterinya harus berpikir lagi apakah memang dihilangkan atau porsinya diturunkan dari 2×35 menit menjadi 1×35 menit kalau di SD itu,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Suci, mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris semester 5. Ia mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap wacana penghapusan Bahasa Inggris di tingkat SD tersebut. Menurutnya, Bahasa Inggris baiknya dipelajari pada anak SD karena pada saat itu merupakan masa emas seorang anak dalam belajar bahasa.

Selain itu, suci juga beranggapan apabila Bahasa Inggris tidak dipelajari dari SD akan menyulitkan saat mempelajari Bahasa Inggris di SMP nanti.

“Kita kan tahu Bahasa Inggris itu Bahasa Internasional, bagaimana kalau mereka belajar dari SMP? SMP kan waktunya hanya tiga tahun, belum tentu anak itu langsung bisa. Kalau dipelajari sejak SD setidaknya mereka mengenal dasar-dasarnya. Jadi, ketika masuk SMP mereka tinggal mendalami apa yang sudah dipelajari di SD,” ujarnya.

Diakhir wawancara Dian berharap agar Sekolah Dasar memberikan porsi khusus untuk ekstrakulikuler. “Ekstrakulikulernya ditingkatkan lagi. Jadi, ada aturan misalnya  setiap sekolah harus mengembangkan ekstrakulikuler yang berhubungan dengan peningkatan kemampuan bahasa. Bisa Bahasa Internasional, Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia juga,” pungkasnya.

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas