Kampusiana

Mahasiswa UIN Bandung Asal Sulawesi Bentuk Orda

Persatuan Mahasiswa Sulawesi UIN SGD Bandung , yang mengatasnamakan Pammase berfoto usai pembentukan dan pemilihan ketua secara aklamasi, Jumat (25/12/2015). (Purna Irawan/ Suaka)

Persatuan Mahasiswa Sulawesi UIN SGD Bandung  atau  Pammase berfoto usai pembentukan dan pemilihan ketua secara aklamasi, Jumat (25/12/2015). (Purna Irawan/ Suaka)

SUAKAONLINE.COM-Persatuan Mahasiswa Sulawesi UIN SGD Bandung untuk pertama kalinya membentuk Organisasi Daerah (Orda) kampus. Perkumpulan mereka dinamakan Pammase yang berarti diridhoi. Pammase merupakan kata yang diambil dari berbagai bahasa daerah yang ada di Sulawesi.

Adalah Lukman Muhtar mahasiswa Ilmu hukum yang terpilih secara aklamasi sebagai ketua. Pemilihan tersebut dilaksanakan di Cipadung, Jumat (25/12/2015). Dalam pembentukan Pammase pertama kali dihadiri oleh sekitar 37 mahasiswa asal Sulawesi.

Lukman mengatakan bahwa tujuan dibentuk orda tersebut untuk meningkatkan kualitas mahasiswa Sulawesi dalam menjalankan kegiatan akademik maupun non akademik. “Saya harap saudara-saudara Pammase nantinya bisa bermanfaat ketika kembali ke daerahnya masing-masing,” ungkap Lukman, Sabtu (26/12/2015).

Sementara itu salah seorang anggota Pammase, Andri mengungkapkan harapannya agar Lukman bisa menampung aspirasi mahasiswa Sulawesi kedepannya. “Saya harap kami bisa bersaing secara kualitas dengan yang lain,” harap mahasiswa Perbandingan Mahzab dan Hukum tersebut.

Awal mulanya perkumpulan tersebut hanya beranggotakan tujuh orang. Mereka berdiskusi dan merasakan keresahan yang sama. “Waktu itu cuma saya, Ikratul Akbar, Zulfikar, Zulfikar Mallomo, Andri Amin Tawakal, Ahmadsyah dan Arman nur A, kami merasa resah karena belum ada orda yang dapat menampung potensi mahasiswa Sulawesi di UIN Bandung” tambah Lukman.

Adapun program yang akan dilaksanakan oleh Pammase antara lain mengadakan seminar, pengembangan bahasa, bakti sosial dan pendalaman budaya Sulawesi. Dalam jangka waktu dekat ini Pammase akan mengadakan pelatihan bahasa. Lukman berharap dengan adanya program-program tersebut setiap potensi mahasiswa Sulawesi dapat tersalurkan. “Saya harap Pammase ini bisa berkontribusi dan bersinergi dengan orda-orda yang lain,” pugkas Lukman.

Reporter              : Purna Irawan Aditya

Redaktur             : Isthiqonita

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas