Terkini

Keputusan Diktis Minim Sosialisasi

[Suakaonline]- Peraturan Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama tentang penataan program studi di Perguruan Tinggi Islam Nomer 1429 tahun 2012, menetapkan bahwa peleburan jurusan Ilmu Komunikasi menjadi Komunikasi Penyiaran islam sudah harus dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Semenjak peraturan itu disahkan tertanggal 31 Agustus 2012.

Menurut Enjang As Ketua Jurusan Ilkom, Keterlambatan informasi serta kurangnya sosialisasi dari pihak rektorat, menjadi salah satu tidak adanya upaya dari pihak rektorat untuk segera menyelesaikan polemik peleburan jurusan Ilkom ke KPI. Pihaknya pun mengaku hingga saat ini belum ada dialog dan duduk bersama untuk sama-sama membicarakan masalah ini.

“Ya, banyak kemungkinan atas keterlambatan informasi ini. Sampai sekarang rektorat belum menyampaikannya, atau juga baru akan disampaikan. Tapi bisa juga sudah, tapi hanya di pihak Rapim saja. Hingga tidak semua orang tahu. Atau mungkin juga peraturan ini tidak di anggap sebagai persoalan. Sehingga tidak di respon secara tepat dan tetap,” ujar Enjang As di ruangannya, Selasa (6/11).

Namun, disatu sisi Enjang secara tegas keberatan jika Ilkom harus dileburkan menjadi jurusan KPI. Menurutnya hal ini kurang bijak jika harus diterapkan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, ada beberapa alasan yang menyebabkan Ilkom harus berdiri sendiri dan tidak bisa menjadi jurusan yang dileburkan dibawah KPI.

“Ditakutkan juga jika nanti Ilkom dilebur menjadi KPI, kepercayaan masyarakat berkurang. karena animo masyarakat sekarang terhadap ilkom semakin meningkat. Jumlah dari tahun ke tahun signifikan,” lanjutnya.

Pihaknya pun akan segera mengajukan surat kepada pihak rektorat, agar dapat melakukan diskusi serta dialog mengenai hal tersebut. Karena hal ini pun membuat jajaran  Ilkom ini sulit untuk mengambil keputusan.

“Disisi lain saya harus segera menggarap akreditasi yang harus diserahkan kepada BAN-PT yang akan mulai habis 6 bulan kedepan, namun disisi lain ada peraturan seperti ini dan dari pihak rektorat juga belum ada sosialisasinya,” pungkasnya.

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas