Terkini

Prihatin, Kekerasan Atas Nama Agama Terus Meningkat

 

[Suakaonline]– Sebelas komunitas di Kota Bandung yang tergabung dalam aksi Bandung Lautan Damai menyatakan menolak segala bentuk  kekerasan yang mengatasnamakan agama. Pernyataan sikap tersebut dilakukan karena rasa keprihatinan mereka akan peristiwa-peristiwa kekerasan atas nama agama di negeri ini yang terus meningkat.


Sepanjang tahun 2012 terjadi beberapa peristiwa yang dilakukan oleh ormas-ormas radikal. Dari Januari hingga Oktober 2012 tercatat sebanyak 315 tindakan pelanggaran kebebasan beragama, dan 214 diantaranya terjadi tindakan kekerasan. Pernyataan tersebut dikatakan oleh Koordinator Jaringan Kerjasama Antar Umat Beragama (Jakatarub) Wawan Gunawan, pada peringatan Hari Toleransi Internasional, Jumat (16/11), di Gedung Indonesia Menggugat, Kota Bandung.


 

Wawan menambahkan, Jawa Barat adalah provinsi tertinggi dalam kasus kekerasan atas nama agama.  ia mencontohkan beberapa kasus pelanggaran kekerasan dan pelanggaran kebebasan umat beragama, seperti penutupan Gereja Kristen Indonesia Taman Yasmin (GKI Yasmin) di Bogor, serta pengrusakan masjid Ahmadiyah yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Barat.


 

“Di Jawa Barat sendiri terjadi 66 peristiwa kekerasan pelanggaran kebebasan beragama. Yang baru kali terjadi adalah penyerangan yang terjadi di Masjid Ahmadiyah oleh oknum ormas yang intoleran pada saat malam takbir idul adha kemarin di Bandung,” tukasnya.


Selain kekerasan dalam berbentuk fisik juga terdapat diskriminasi dalam bentuk administrasi, hal itu diungkapkan oleh Ketua Divisi Hukum Ekonomi Sosial Budaya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Samuel Situmorang.


“Di Jawa Barat terdapat sepuluh kasus, seperti tidak diikutsertakan dalam pembuatan e-KTP, tidak mendapatkan surat nikah bagi jamaah Ahmadiyah,” ungkap Samuel.

 


Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas