Terkini

Ketua BEM-F Dakwah dan Komunikasi Siap keluar Dari Organisasi Ekstra Kampus?

 

[Suakaonline]-Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F) Dakwah dan Komunikasi terpilih, Mulyana Nugraha, menyatakan siap keluar dari organisasi ekstra kampus, saat debat kandidat terbuka di aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Rabu (21/11).


Jawaban tersebut terlontar oleh Mulyana saat salah satu peserta debat dari jurusan Jurnalistik Rifani Nurasyifa, memberikan pertanyaan terkait keikutsertaan Mulyana dalam organisasi esktra kampus.


“Waktu debat saya bertanya, kalau kami mahasiswa jurnalistik netral, kami tidak mau, kalau sampai di senat sampai ada intervensi dari salah satu pihak (organisasi ekstra kampus, -Red), dan saat itu, Mulyana menjawab ia akan keluar dari organisasi ekstra kampus,” tutur Rifani saat diwawancara, Jum’at (23/11).


Ketika diminta klarifikasinya mengenai pernyataan dalam debat kandidat tersebut, Mulyana menegaskan bahwa maksud ia keluar adalah bukan keluar atau memundurkan diri dari organisasi ekstra kampus.


“Maksudnya saya keluar itu kita profesional, keluar dari orang-orang bukan keluar dari organ ekstranya. Tapi keluar dari orang-orangnya supaya saya tidak terintervensi dengan orang-orang di organ ekstra itu. Jadi berbeda kan ketika kita keluar dari organisasinya dengan keluar dari orang-orang ekstranya,” ucap mulyana, Jum’at (23/11).


Menurut Mulyana, orang-orang organisasi ekstra kampus maupun orang-orang netral pada dasarnya sama saja.


“Orang ketika mengaku netral bahwa kenetralan dialah yang menjadi background. Begitu pun dengan organ ekstra saya, ketika orang bertindak, berfikir, bahkan ideologi yang ia bangun itu tidak terlepas dari proses belajar pada masa lalunya. Termasuk ketika saya hari ini berada disini sesuai dengan apa yang saya pelajari. Mungkin dari organ ekstra saya,” ucap mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam itu.

 

Ia pun mengatakan sangat tidak etis apabila keluar dari organisasi ekstra hanya karena alasan terpilih sebagai ketua BEM-F Dakwah dan Komunikasi.


“Kalau keluar dari organisasninya saya munafik dong. Saya lama disana tapi saya tinggalkan untuk ini, tidak etis,” katanya menambahkan.


Ambigu


Klarifikasi Mulyana atas ucapannya untuk keluar dari organisasi ekstra kampus ditanggapi dengan tegas oleh Rifani. Ia berharap Mulyana dapat berhati-hati dalam mengeluarkan kata-kata. Menurutnya, kata “keluar” yang diucapkan oleh Mulyana di saat debat kandidat tersebut sangat ambigu.


“Seharusnya jangan mengeluarkan kata yang ambigu, siapapun orangnya ketika mendengar kata saya akan keluar dari organisasi ekstra, pasti akan menyangka dia akan keluar dari organisasi tersebut, tidak ada arti lain,” ujar Rifani saat dihubungi lewat telepon seluler, Sabtu (24/11).


“Sebagai pemimpin seharusnya berhati-hati mengeluarkan kata-kata, jangan asal ngomong saja,” tambah Rifani mengakhiri.


 

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas