Kampusiana

Gara-Gara Plang, Pengunjung Kantin Sukahati Sepi

Kondisi kedai Sukahati, Selasa (09/01/16) yang ber-plang kantin dosen ini bertempat di belakang UIN mart. Meski ramai lalu lalang mahasiswa, namun kantin ini kurang ramai dan dijamahi oleh mahasiswa. (SUAKA/Nizar Al Fadillah)

Kondisi kedai Sukahati, Selasa (09/01/16) yang ber-plang kantin dosen ini bertempat di belakang UIN mart. Meski ramai lalu lalang mahasiswa, namun kantin ini kurang ramai dan dijamahi oleh mahasiswa. (SUAKA/Nizar Al Fadillah)

SUAKAONLINE.COM – Pemilik kedai Sukahati, Dila Anbar yang buka lapak di belakang UIN mart resah. Keresahannya bukan tanpa alasan, kedai yang sudah ia buka sejak Oktober tahun lalu masih kurang ramai dikunjungi mahasiswa. Terpampangnya plang bertuliskan “Kantin Dosen UIN SGD Bandung” di depan kedainya, menyebabkan mahasiswa enggan berkunjung ke kedainya.

Sejak awal, Dila sudah meminta kepada koperasi selaku lembaga kerjasama untuk mengganti plang di depan, namun pihak koperasi menunda – nunda hal tersebut. “Di awal, kita udah bikin spanduk untuk di depan, tapi pas konfirmasi ke pihak koperasi, pihak koperasi menyuruh untuk menunggu beberapa bulan dulu, dan memasang plang tersebut,” ucap Dila saat ditemui Suaka, Selasa (9/2/2016).

Imbasnya, kedai Sukahati milik Dila kesulitan dalam melakukan promosi kepada warga kampus, terutama mahasiswa. “Untuk promosi sendiri aja jadinya ga bisa. Seperti di larang-larang, kenapa seperti ini?,” keluh Dila.

Adanya tulisan tersebut, membuat mahasiswa salah paham dan menganggap bahwa kantin tersebut hanya untuk dosen. Mahasiswa Perbandingan Mazhab dan Hukum, Faisal Abdurahman mengatakan bahwa dirinya belum pernah ke kantin tersebut. “Iya saya tau ada kantin dosen,  namun saya belum pernah kesana soalnya kayaknya itu (kantin) lebih khusus untuk dosen,” ucap mahasiswa semester 4 tersebut.

Belum selesei masalah plang, Dila juga mengeluh persoalan fasilitas yang ada di kantin tersebut. Fasilitas air dan listrik yang tidak ada sejak beberapa hari yang lalu memaksa Dila untuk membawa air dari rumahnya guna kebutuhan kantinnya. “Saya harus bawa air bolak-balik dari rumah pake galon jadinya,” tutur pria yang bertempat tinggal di daerah Cinunuk ini.

Baca juga:  Wisuda 71, Mahmud Lepas 1380 Wisudawan

Dila berharap, kepada pihak koperasi, semoga bisa menjalin kerja sama lebih baik dan lebih jelas lagi. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak koperasi masih belum bisa dimintai keterangan.

Reporter : Nizar Al Fadillah

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas