Terkini

Elektabilitas Menurun, Parpol Islam Perlu Pembenahan

 

[Suakaonline]-Berdasarkan hasil riset Lingkaran Survey Indonesia (LSI) Oktober 2012 lalu menyatakan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik islam menurun dan cenderung ditinggalkan.


Mengenai hal tersebut, Indira dosen UIN SGD Bandung yang aktif di Lembaga Studi Politik Islam (LSPI) ini menuturkan, perlu ada persamaan terlebih dahulu jika berbicara partai politik islam.


“Itu memang menjadi bahan evaluasi besar bagi parpol Islam, tetapi disini perlu ada persamaan, yang dikatakan survey tersebut partai politik berbasis massa islam, sedangkan parpol berbasis massa islam dan berideologi islam memang ada persamaan,” ujarnya Sabtu (24/11).


Menanggapi lebih lanjut hasil survey tersebut, Indira mengatakan kemungkinan keterpilihan partai politik islam rendah dikarenakan penilaian masyarakatnya sendiri.


“Disini masyarakat menilai, mana parpol yang memperjuangkan kepentingan masyarakat, nasib kesejahteraan mereka, mana partai politik yang membawa pengaruh terhadap mereka, mengenai atribut islam atau tidaknya masyarakat sudah tidak memperhatikannya lagi,” ungkapnya.


Indira menambahkan, selain penilaian masyarakat kemungkinan faktor lain ialah ketakutan masyarakat sendiri terhadap islam.

 

“Masyarakat banyak yang berpikiran keliru tentang syariah islam, mereka beranggapan jika dipegang islam akan disuruh pakai kerudung, tangan dipotong lah, orang islam harusnya memilih partai islam,” katanya.

 

Pragmatisme Politik

 

Indira menilai partai politik islam sekarang terjebak kedalam arus pragmatisme politik. Partai politik Islam harus menarik kepentingan idealisme dengan tawaran-tawaran kekuasaan dan jabatan.

 

“Pragmatisme politik ini meraih target-target yang sifatnya pragmatik, kekinian, kalau seperti itu mereka harus menarik kepentingan idealisme mereka dengan tawaran-tawaran kekuasaan dan jabatan,” ujar dosen lulusan strata satu Universitas Padjadjaran ini.

 

Sejalan dengan itu, Indira menjelaskan perlu adanya pembenahan untuk partai politik islam.

 

“Sistemnya perlu diganti, perlu dibenahi, cobalah ganti dengan islam, Indonesia sudah lima puluh tujuh tahun mempunyai pengalaman parpol dan pemilu, aturan mainnya ini yang masih sama, format kita salah, mengatur relasi dan pemimpin serta Negara ini yang masih salah, jika terus seperti ini hanya ganti kepemimipinan saja masyarakat tidak akan merasakan kesejahteraan,” ucapnya.

 

Ia menduga 2014 nanti, Indonesia tidak akan mengalami perubahan signifikan.

 

Ya ada perubahan kepemimpinan, tetapi kondisi masyarakat akan sama saja, masyarakat Indonesia akan mempunyai identitas konsumen saja karena nanti sudah masuk pasar bebas,” ucapnya.

 

Namun, Indira tetap berharap masyarakat bisa lebih terbuka terhadap politik Indonesia. “Kita hidup di sebuah sistem yang salah, masyarakat harus terbuka, kita perlu sistem politik yang baru,” pungkasnya mengakhiri.

 

 

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas