Kampusiana

Bebas Pustaka Menjadi Syarat Pengambilan Ijazah

Seorang mahasiswa tengah membaca buku di perpustakaan UIN SGD Bandung, Rabu (10/2/2016). Pihak perpustakaan tengah diresahkan oleh ketidakdisiplinan mahasiswa dan dosen dalam mengembalikan buku, membuat perpustakaan kehilangan banyak buku. (Yulita Bonita/Magang)

Seorang mahasiswi tengah membaca buku di perpustakaan UIN SGD Bandung, Rabu (10/2/2016). Pihak perpustakaan tengah diresahkan oleh ketidakdisiplinan mahasiswa dan dosen dalam mengembalikan buku, membuat perpustakaan kehilangan banyak buku. (Yulita Bonita/Magang)

SUAKAONLINE.COM –  Pihak pengelola perpustakaan UIN SGD Bandung telah menyebar surat himbauan pada mahasiswa dan dosen yang terlambat mengembalikan buku perpustakaan. Penyebaran surat himbauan tersebut dilakukan pada setiap fakultas. Ketidakdisiplinan mahasiswa dan dosen dalam mengembalikan buku, membuat perpustakaan kehilangan banyak buku.

Staff Automasi dan Computer perpustakaan UIN SGD Bandung, Apep mengungkapkan bahwa pihak perpustakaan telah menetapkan sanksi berupa denda sebesar 500 rupiah perhari bagi yang terlambat mengembalikan buku. Meski begitu, mahasiswa atau dosen menganggap enteng denda tersebut sehingga tidak sadar denda berlipat ganda setiap harinya.

Dengan menunjukan data di komputernya, Apep mengatakan bahwa buku-buku yang belum dikembalikan mencapai jumlah ribuan. Dirinya juga mempunyai data jumlah denda yang harus dibayar oleh pihak yang belum mengembalikan buku. “Hutang mahasiswa dari denda buku ada yang sampai jutaan rupiah yang disebabkan kelalaian dari mahasiswa itu sendiri,” kata Apep saat ditemui dikantor Tagging perpustakaan UIN SGD Bandung, Kamis (11/2/2015).

Selain denda, pihak perpustakaan juga menetapkan peraturan Bebas Pustaka bagi mahasiswa yang akan mengambil ijazah. Bebas Pustaka adalah surat bukti bagi mahasiswa tidak memiliki tangunggan pinjaman buku perpustakaan UIN SGD Bandung. Surat Bebas Pustaka dijadikan syarat bagi mahasiswa untuk pengambilan ijazah.

Jika mahasiswa memiliki buku yang belum dikembalikan serta denda yang belum dibayar, maka surat Bebas Pustaka tidak dapat diberikan oleh pihak perpustakaan sehingga ijazah ditahan. Hal ini dimaksudkan agar dapat terjaringnya buku-buku perpustakaan yang ada pada mahasiswa atau alumni. “Nah kalau pas pengecekan dia punya pinjaman buku yang belum dikembalikan, ijazahnya bisa ditahan,” tutur Apep sambil memperlihatkan surat Bebas Pustaka.

Mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Asti Wulandari menuturkan bahwa dirinya belum mengetahui perihal surat Bebas Pustaka yang dijadikan syarat pengambilan ijazah. Namun, menurut Asti, peraturan tersebut merupakan hal yang efektif agar mahasiswa memiliki tanggung jawab. “Jadi biar ada efek jera. Terus biar mengembalikan bukunya tepat waktu karena buku itu bukan milik dia,” ujar mahasiswa semester 4 tersebut.

Pihak perpustakaan UIN SGD Bandung menghimbau kepada mahasiswa dan dosen untuk mengembalikan buku yang dipinjam, sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. “Kalau masalah denda, hal itu mah bisa dinegosiasikan sama pihak perpustakaan. Jadi jangan takut mengembalikan buku karena denda,” tutup Apep.

Reporter : Yulita Bonita / Magang

Redaktur : Edi prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas