Kampusiana

Ratih Dwi: Bekal Menjadi Seorang Humas Handal

Ratih Dwi Qomala Sari tengah menyampaikan materi mengenai kehumasan pada kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Keprotokolan, Sabtu (13/2/2016) di Aula lantai satu Student Center. Dasar menjadi seorang Humas hingga teknik menjadi Humas yang handal diberikan kepada 29 siswa yang mengikuti Diksar. (Awallina Ilmiakhanza/ Magang)

Ratih Dwi Qomala Sari tengah menyampaikan materi mengenai kehumasan pada kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Keprotokolan, Sabtu (13/2/2016) di Aula lantai satu Student Center. Dasar menjadi seorang Humas hingga teknik menjadi Humas yang handal diberikan kepada 29 siswa yang mengikuti Diksar. (Awallina Ilmiakhanza/ Magang)

SUAKAONLINE.COM – Salah satu Pendiri Unit Protokol Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UIN SGD Bandung, Ratih Dwi Qomala Sari hadir menyampaikan materi dasar-dasar kehumasan dan kunci menjadi seorang Humas handal pada kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Keprotokolan, Sabtu (13/2/2016) di Aula lantai satu Student Center.

Menjadi humas yang handal, menurut Ratih, pertama harus memiliki kemampuan analisa masalah, “Tentunya berdasarkan fakta dan data yang ada,” katanya. Kedua, memiliki strategi komunikasi yang baik akan andil dalam menganalisa sebuah masalah.

Selanjutnya seorang Humas harus mampu menyesuaikan dirinya dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Menurutnya sebelum menyelesaikan masalah lembaganya, masalah kepribadiannya sudah diatasi. “Menjadi humas juga kita harus mampu mengatur diri kita sendiri, sebelum kita menyelesaikan masalah yang akan dihadapi,” papar Ratih.

Dan terakhir seorang Humas handal ialah yang mampu mengkaji suatu masalah dari berbagai sudut pandang bahkan out of the box sehingga menjadi ciri khas dan yang membuatnya berbeda dalam menyelesaikan sebuah masalah.

Menurutnya, seorang protokoler erat kaitannya dengan seorang Public Relation (PR). Tak dipungkiri lagi, menjadi seorang protokoler itu bukan perkara mudah. Membutuhkan sikap dan perilaku yang perlu diasah sejak awal mereka mengenal dunia keprotokolan.

Dengan demikian, seorang protokoler juga harus memiliki keahlian sebagai seorang Humas atau PR. Untuk menjadi seorang Humas, pertama seseorang harus mampu menulis. “Saat menulis daya seni seseorang akan bermain,” terang Ratih.

Kreativitas pun diperlukan agar publik tidak merasa jenuh. Dan publishing tools-lah yang akan menjadi senjatanya. Salah satunya dengan memanfaatkan media. Menurut Ratih, di era modern ini publik tidak akan terlepas dari media sosial. “Karena dengan media sosial, publik dengan cepat mendapatkan informasi sesuai yang dibutuhkan,” ujarnya.

Permasalahan yang marak terjadi pada seorang Humas, tidak mampu mengendalikan masalah dalam dirinya sendiri. Sehingga kontrol emosinya perlu di treatment agar bisa dikendalikan. “Seorang humas juga harus memberikan kesan yang baik terhadap siapapun, karena berawal dari kesan oaring lain akan lebih menghargai kita” tutup Ratih.

Reporter: Awallina Ilmiakhanza/ Magang

Redaktur: Ridwan Alawi

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas