Terkini

Membahas Kerukunan Antar Umat Beragama Sebagai Pilar Pemersatu Bangsa

[Suakaonline]-Perbedaan keyakinan telah menjadi suatu fenomena yang menarik perhatian dunia karena nilai yang mengajarkan kepada kedamaian, hidup saling menghormati, dan saling tolong menolong terkandung di dalamnya. Hal tersebut diperkukuh oleh suatu model hubungan antar masyarakat yang berbeda keyakinan, yaitu kerukunan hidup antar umat beragama atau toleransi antar umat beragama.


Kerukunan antar umat beragama itu sendiri bisa diartikan dengan toleransi antar umat beragama. Dalam toleransi itu sendiri pada dasarnya masyarakat harus bersikap lapang dada dan menerima perbedaan antar umat beragama,” ucap Wakil Ketua MUI Kota Bandung Cecep Sudirman Anshari dalam acara dialog lintas agama di lantai 4 Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung, Kamis (13/12).


“Selain itu kerukunan itu adalah menyatu, dan saling memberi kehidupan antara yang satu dengan yang lain,” tambahnya.


Bukan hanya itu saja, masyarakat pun harus saling menghormati satu sama lainnya misalnya dalam hal beribadah, antar pemeluk agama yang satu dengan lainnya dan tidak saling mengganggu. Apabila tidak terpelihara dengan baik, maka dikhawatirkan akan menimbulkan konflik antar umat beragama yang bertentangan dengan nilai dasar agama itu sendiri. Misalnya konflik di Poso antara umat islam dan umat kristen. Disini terlihat bahwa agama sebagai pemicu atau sumber dari konflik tersebut.


Kesalahpahaman Komunikasi


Abdul Razak yang turut hadir menjadi pembicara dalam dialog lintas agama tersebut mengatakan bahwa kesalahpahaman dalam berkomunikasi merupakan salah satu faktor dapat menimbulkan konflik antar umat beragama.


Misscommunication, masyarakat yang masih bersifat ekslusif dan stereotip terhadap sesuatu yang asing, serta etnosentrisme yang mengedepankan ego dalam mempertahankan suatu keyakinan dan kepercayaan terhadap sesuatu merupakan konflik mendasar antar umat beragama,” ujar Abdul.


Konflik tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi integrasi bangsa jika tidak dikelola secara baik dan benar. Supaya agama bisa menjadi alat pemersatu bangsa, maka kemajemukan harus dikelola dengan baik dan benar dengan berpegang kepada al-Qur`an dan as-Sunah dalam meniti dan mengarungi kehidupan.

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas