Kampusiana

Pendaftaran Beasiswa DIPA Menggunakan Sistem Online

Wakil Rektor 3 bagian Kemahasiswaan, Muhtar Solihin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/2/2016). Menurut Muhtar, Pendaftaran beasiswa Dana Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) dipastikan menggunakan sistem online.(Raka Muhaiminul Aziz/Magang)

Wakil Rektor 3 bagian Kemahasiswaan, Muhtar Solihin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/2/2016). Menurut Muhtar, Pendaftaran beasiswa Dana Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) dipastikan menggunakan sistem online.(Raka Muhaiminul Aziz/Magang)

SUAKAONLINE.COM – Pendaftaran beasiswa Dana Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) dipastikan menggunakan sistem online. Sistem digitalisasi beasiswa ini menjadi kesepakatan  Wakil Rektor 3 seluruh Indonesia. Selain DIPA, sistem tersebut juga dipergunakan untuk semua beasiswa yang berasal dari pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor 3 bagian Kemahasiswaan, Muhtar Solihin, Senin (16/2/2016).

Dengan sistem ini, beasiswa DIPA diharapkan tepat sasaran dan transparan. Hal ini dikarenakan semua mahasiswa dapat mengakses sistem tersebut. Selain itu, semua data yang dimasukkan oleh calon penerima saat mendaftar, akan diseleksi oleh sistem tersebut.  “Jadi di mana saja orang bisa mengakses, tinggal buka saja web untuk beasiswa,” ujar Muhtar. Meskipun masih dalam proses,  sosialisasi pendaftaran online beasiswa DIPA, akan dilaksanakan sekitar bulan Maret atau April.

Selanjutnya, Muhtar juga menegaskan bahwa beasiswa DIPA diprioritaskan bagi mahasiswa kurang mampu yang berprestasi. Mahasiswa calon penerima beasiswa DIPA harus memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25. Apabila syarat tersebut tidak dipenuhi, maka secara otomatis sistem akan menolak registrasi mahasiswa tersebut.

“Prioritas itu masih dalam pembicaraan kita, masih dalam pertimbangan. Tapi pas saya billing, ternyata masih banyak mahasiswa yang kurang mampu. Tapi kalau misal kurang mampu dan kecerdasannya rata-rata, ya kita pertimbangkan juga pada aspek lainnya,” lanjut Muhtar saat ditemui Suaka di ruang kerjanya.

Sebelumnya, Wakil Dekan (Wadek) 3 bagian Kemahasiswaan Fakultas Adab dan Humaniora, Dadan Suryana mengatakan bahwa diberlakukannya sistem online akan memudahkan mahasiswa dan transparansi perihal beasiswa DIPA. “Dengan sistem online ini, agar memudahkan mahasiswa, adanya transparansi, keterbukaan fakultas, dan lebih objektif,” ujar  Dadan, Jumat (12/02/2015).

Dadan juga menambahkan, Sistem ini akan otomastis mendata calon penerima. Sehingga bagi mahasiswa yang sudah mendapatkan beasiswa lain tidak bisa mendapatkan beasiswa DIPA. “Yang sudah ikut Bidikmisi misalnya, ia akan di reject oleh sistem, jadi tidak bisa double,” kata Wadek yang baru menjabat 5 hari ini.

Reporter : Ismail Abdurrahman Azizi, Raka M. Aziz, Dadan Ridwan / Magang

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas