Terkini

Mahasiswa Keluhkan Fasilitas Hotspot

[Suakaonline]-Fasilitas Wireless Access Point untuk internet atau dikenal dengan Hotspot di kampus merupakan hak bagi setiap mahasiswa untuk menggunakannya. Keuntungan dari hotspot ini adalah pada kemudahan akses internet, yang artinya mahasiswa dalam satu area dapat mengakses internet gratis secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.


Namun di UIN SGD Bandung Fasiitas tersebut ternyata cukup sulit diakses, karena setiap area hotspot yang tersebar di setiap titik area Fakultas memiliki password. Pihak kampus pun minim sosialisasi mengenai password tersebut.


Hal tersebut dirasakan oleh Ridwan Setiawan. Mahasiswa Jurusan Sains Fisika itu mengaku kesulitan ketika hendak menggunakan fasilitas hotspot untuk berselancar di jagad maya. Ia harus mencari password terlebih dahulu ketika akan menggunakan internet di area hotspot.


”Padahal intinya mau ngerjain tugas, eh malah kesandung harus nyari tahu dulu passwordnya. Kurang efektif kalo menurut saya,” kata Ridwan, Selasa (18/12).


Sementara itu, menurut ketua Information Technologi Centre (ITC) UIN SGD Bandung Cecep Nurul Alam, memang fasilitas Hot Spot yang disediakan pihak kampus tidak memenuhi keinginan mahasiswa karena adanya privasi dengan password. Namun, Hal tersebut tidak sepenuhnya harus disalahkan. Mengingat privasi yang dilakukan bukan sebatas larangan bagi mahasiswa yang untuk menggunakan fasilitas Hotspot, melainkan sebagai bentuk pembelajaran bagi mahasiswa itu tersendiri.


”Sambil belajar lah, dalam artian dipassword itu bukan karena tidak boleh digunakan, tapi untuk keamanan,” ungkap Cecep ketika di wawancara di kantornya, Selasa (18/12).


Cecep menambahkan, banyak kendala yang dapat terjadi apabila hotspot tidak diberikan privasi. Kedepannya akan terdapat masalah tersediri, karena kuota yang terbatas yaitu 10 MB. Apabila fasilitas hot spot di buka untuk umum dan tidak diberi privasi, maka kecepatan internet akan berkurang.


“Terkadang terdapat salah paham juga. Saya tidak bisa menyebutkan, tapi di fakultas tertentu naha dipassword kan itu milik negara. Ya sudah tidak di-password, otomatis yang memakai banyak, sinyal kemana-mana, orang luar juga ikut make, lelet kan ahirnya, ujar Cecep.


Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas